Kamis, 17 April 2014
Menu Utama
Joomla Slide Menu by DART Creations
  • image
  • image
  • Image
Selamat Datang Di Website Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan Kuok

Balithut_Februari 2014. Untuk memantapkan Hasil Penelitian Tahun 2013, maka BPTSTH melakukan pembahasan hasil penelitian yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari dimulai pada hari rabu s.d kamis (12-13 Februari 2014) di Balairung Lebah Madu BPTSTH Kuok. Acara dihadiri oleh Seluruh Tim Penelitian BPTSTH Kuok (Peneliti dan Teknisi), Research and Development PT. Arara Abadi, Balai Besar Pulp dan Kertas, Pusat Litbang Keteknikan dan Pengelolaan Hasil Hutan, Pusat litbang Produktivitas Hutan dan Sekretariat Badan Litbang Kehutanan. Rangkaian acara pembahasan juga digabung dengan acara pembinaan yang disampaikan oleh Sekbadan Litbang Kehutanan.

Selengkapnya...

 

Balithut_21 Januari 2014. Pembahasan Draft LHP Tahun 2013 dilakukan di Gedung Perpustakaan Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan, yang diikuti oleh seluruh peneliti dan teknisi litkayasa. Pembahasan dilakukan sebanyak 10 Judul Kegiatan Penelitian. Adapun judul penelitian yang dibahas adalah sebagai berikut :

  1. Kajian sifat dasar dan kegunaan 2 (dua) jenis alternatif
  2. Teknik Pembuatan Kertas dari kayu alternatif
  3. Teknik Pengolahan Pulp semi kimia dari kayu terentang dan binuang
  4. Pembuatan Papan serat dari jensi alternatif
  5. Kajian Potensi, pasar, suply dan demand produk papan serat
  6. Analisis skala usaha, efisiensi dan kelayakan industri papan serat
  7. Teknik Pemanfaatan Limbah Industri pulp dan kertas
  8. Silvikultur jenis alternatif kayu serat untuk pulp dilahan mineral
  9. Silvikultur jenis alternatif kayu serat untuk pulp dilahan gambut
  10. Teknologi Produksi Jenis Tanaman Penghasil HHBK-FEMO
 

Wood costs account for between 50-55 percent of the production costs for pulp mills in the US. Historically these costs have often been substantially lower in the Southern states than in the Northwest, the two major pulp-producing regions of the country. However, this has been changing with the most dramatic regional price movements in North America happening in the US Northwest, where prices for softwood chips, the major fiber source for the region’s pulp mills, have fallen for five consecutive quarters.

Selengkapnya...

 
Balithut-kuok (Kuok, 22 September 2013). Kegiatan Pelatihan budidaya Lebah Madu (Apis cerana)yang diselenggarakan di kuok merupakan hasil kerjasama antara Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan dengan Badan Ketahanan pangan dan Penyuluhan Kab. Bengkalis. Pelatihan dilaksanakan selama 7 (tujuh) hari sejak tanggal 22 - 28 September 2013. Kegiatan Pelatihan dimulai dengan Pembukaan acara oleh Kepala Balai PTSTH Kuok. Kegiatan Pelatihan di pandu Oleh tim penelitian perlebahan (Drs. Purnomo, Avri Pribadi, S. Si, Syasri Jannetta, SP dan Suhendar). Materi pelatihan dimulai dengan pengenalan perlebahan, budidaya, sampai dengan pengemasan produk akhir.
 

FORDA (Jakarta, 27/08)_Sekitar 500 peneliti kehutanan Indonesia (Indonesia Forestry Reseacher/INAFOR) dan beberapa peneliti negara sahabat bertemu dan mengkomunikasikan hasil riset kehutanan dalam Konferensi Internasional INAFOR ke-2 tahun 2013 (The 2nd INAFOR 2013), pada Selasa (27/8) di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta.

“Bagi para peneliti Kehutanan dari instansi lain yang mengikuti Konferensi Internasional INAFOR ke-2, saya berharap bahwa pertemuan puncak para peneliti kehutanan se-Indonesia dengan melibatkan pembicara asing ini dapat menjadi media tukar informasi hasil IPTEK,” kata Dr. (HC) Zulkifli Hasan, SE, MM., Menteri Kehutanan dalam sambutannya pada konferensi tersebut di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa (27/8).

“Melalui pertemuan semacam ini kita juga bisa mengetahui sejauh mana hasil karya kita dibandingkan dengan apa yang terjadi di negara-negara sahabat.  Hal ini diperlukan karena persoalan kehutanan, dibanyak hal, sangat terkait dengan persoalan global dan  internasional”.

Konferensi ini dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kementeria Kehutanan, Dr. Hadi Daryanto, mewakili Menteri Kehutanan. Pembukaan The 2nd INAFOR 2013 ini dilaksanakan terintegrasi dengan puncak acara peringatan 100 tahun Kelitbangan Kehutanan Indonesia.

Pengintegrasian acara tersebut selain agar lebih efisien juga dimaksudkan agar seluruh peneliti kehutanan se Indonesia yang saat ini hadir dapat mengambil pembelajaran dari perjalanan panjang penelitian kehutanan di Indonesia.

”Semangat untuk terus memberikan yang terbaik dan memberikan arah bagi perjalanan pengelolaan kehutanan di masa datang harus terus diperjuangkan bagi para scientist kehutanan yang sekarang terkumpul,” kata Dr. Iman Santoso, Kepala Badan Litbang Kehutanan saat menyampaikan laporan di Auditorium Manggala Wanabakti Jakarta, Selasa (27/8)
 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Selanjutnya > Akhir >>

halaman 1 of 6