Berlanjut, BP2TSTH Sebagai Wadah PKL Mahasiswa Fahutan Instiper Yogyakarta

By Sutomo Dardi 23 Sep 2020, 07:19:59 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Berlanjut, BP2TSTH Sebagai Wadah PKL Mahasiswa Fahutan Instiper Yogyakarta

Keterangan Gambar : Penyambutan siswa magang : Kepala Balai BP2TSTH Priyo Kusumedi (berdiri) mahasiswa Instiper (berbaju hitam) dan pegawai BP2TSTH di taman diskusi selulosa


FORDA (September 2020)_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) kembali menjadi tempat Praktek Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Fakultas Kehutanan (Fahutan) Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta periode September – Desember 2020. Acara penyambutan dilakukan di Taman Diskusi Selulosa pada hari Senin (21 September 2020) yang dihadiri oleh Kepala Balai dan jajaran structural lainnya beserta ketua kelompok peneliti lingkup BP2TSTH. Mahasiswa Instiper yang akan melaksanakan PKL sebanyak 3 (tiga) orang dari jurusan Manajemen Hutan.

Priyo Kusumedi,S.Hut,MP selaku Kepala Balai dalam sambutan menyampaikan ucapan selamat datang dan selayang pandang mengenai BP2TSTH. “Institusi ini berdiri sejak puluhan tahun silam dan beberapa kali berubah bidang tugas penelitian. Namun kondisi ini membuat lembaga penelitian ini menjadi paket lengkap” Ucapnya.

“Mari kita realisasikan program link and match antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Silahkan gali pengetahuan teknis guna memperkaya cakrawala keilmuan dari peneliti dan teknisi yang merupakan ruhnya litbang” kata pria yang memulai karir sebagai peneliti ini.

“Magang ini sebagai menambah keterampilan, wawasan, pengetahuan, jejaring, pengalaman, dan memahami budaya kerja instansi litbang,”ungkap Priyo

Priyo berharap magang ini bisa menjadi sinergi antara Perguruan Tinggi dengan dunia kerja, khususnya litbang untuk mensikapi era globalisasi. Output dari magang mahasiswa fahutan Instiper ini bukan hanya laporan tetapi ada output bentuk publikasi dan diseminasi yang lebih menarik seperti tulisan populer dan film pendek terkait produk litbang

Kegiatan PKL di BP2TSTH sebelumnya dilakukan oleh mahasiswa dari Universitas Lancang Kuning selama 1,5 bulan. Kegiatan PKL dari Instiper ini menjadi berbeda dikarenakan adanya tambahan program pengabdian masyarakat.

Salah satu mahasiswa PKL, Purwanto menjelaskan maksud dan tujuan mereka datang ke Bumi Lancang Kuning, khususnya BP2TSTH. “kami melaksanakan PKL selain mandatory dari silabus pendidikan, kami ingin mendapatkan tambahan wawasan tentang dunia kerja dan mengasah skill personal” ujar mahasiswa asal Sumatera Utara ini. “Tidak lupa kami haturkan terimakasih atas penerimaan dan kesediaan Bapak dan Ibu membimbing kami dalam pelaksanaan PKL ini kedepannya” tambahnya.

Menyelaraskan program magang Instiper di BP2TSTH, Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian menegaskan terkait tata waktu dan teknis pelaksanaan PKL. “Mempertimbangkan kondisi yang belum kondusif maka kita agendakan kegiatan dominan di laboratorium dan di KHDTK Kepau Jaya” tegasnya.  “mempertimbangkan background pendidikan mereka maka jika diperkenankan oleh manajemen akan kita arahkan dalam update resolusi konflik dan penyempurnaan dokumen rencana pengelolaan KHDTK Kepau Jaya nantinya” imbuhnya melengkapi.

Kegiatan PKL berdasarkan permintaan dari pihak jurusan Manajemen hutan, Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Yogyakarta mencakup tata lembaga, silvikultur hutan, teknologi hasil hutan, perlebahan dan pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK).

Kegiatan penyambuatan mahasiswa PKL Instiper ini tidak sebatas seremonial belaka melainkan pembekalan terkait teknis dan subtansi. Melalui adanya kerjasama antara lemabaga litbang dengan dunia akademis diharapkan terjalin sebuah sinergitas  potensi teoritis akademik dengan kegiatan pengelolaan hutan berbasis riset.***ESR



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook