BP2TSTH Berbagi Pengalaman Sebagai Instansi Berpredikat Zona Integritas ke Satker Ditjen KSDAE

By Sutomo Dardi 03 Mar 2021, 08:51:53 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BP2TSTH Berbagi Pengalaman Sebagai Instansi Berpredikat Zona Integritas ke Satker Ditjen KSDAE

Keterangan Gambar : Ka Balai BP2TSTH Priyo Kusumedi (berdiri) memberikan sambutan di taman Diskusi Selulosa


FORDA_(22/02/21)_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman (BP2TSTH) menerima kunjungan tim Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE KLHK pada Senin (22/02) di Kuok. Kunjungan ini terkait prestasi yang diraih oleh BP2TSTH Kuok sebagai Instansi berpredikat Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (ZI/WBK) pada tahun 2020 yang lalu.

Rombongan tersebut terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE, Balai Besar KSDA Riau, Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka studi banding pembangunan Zona Integritas guna mempelajari proses pembangunan ZI kepada Satuan Kerja (Satker) yang telah berpredikat ZI/WBK.

Dalam sambutannya, Priyo Kusumedi, S.Hut, M.P, Kepala BP2TSTH, menjelaskan bahwa Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja instansi pemerintah yang memenuhi indikasi bebas dari korupsi dan melayani publik dengan baik. Berdasarkan Instruksi Menteri LHK Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pembangunan ZI Menuju WBK dan WBBM lingkup Kementerian LHK, salah satu agenda Reformasi Birokrasi adalah Pembangunan ZI menuju WBK/WBBM.

“Kunci keberhasilan meraih predikat ZI/WBK adalah komitmen pimpinan untuk melakukan perubahan, peningkatan layanan publik, inovasi satker, optimalisasi penggunaan media sosial dan media lain untuk publikasi dan komunikasi serta monitoring dan evaluasi secara periodik untuk memastikan program berjalan dan berkelanjutan” ujar Priyo.

“Pimpinan berperan penting sebagai role model dalam pelaksanaan pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Berdasarkan pengalaman yang telah kami lewati, kami menyarankan untuk mendokumentasikan kegiatan dari dokumen perencanaan, pemantauan dan evaluasi, pelaporan hingga foto kegiatan“ tambahnya.

Penyambutan dan sharing session dilakukan di Taman Selulosa berlangsung hangat dan diwarnai tanya jawab seputar langkah-langkah penting dalam pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM.

Vera Tisnawati, S.Hut, M.Si sebagai Analis Data pada Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE mengkonfirmasi mengenai  teknis dan administrasi pembangunan ZI untuk lingkup satker. “Perlunya sosialisasi dan persamaan persepsi dalam penilaian dan pembangunan ZI pada Satker Ditjen KSDAE adalah langkah awal yang sangat menentukan” ungkap wanita yang akrab disapa Vera ini.

Senada dengan hal tersebut Fifin Arfiana Jogasara S.Hut, M.Si, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh menyampaikan mengenai ritme ideal mengenai penyamaan persepsi secara hirarki. “Sosialisasi dan pembinaan terkait pembangunan Zona Integritas sebaiknya dilaksanakan berjenjang dari tingkat KLHK, Eselon I hingga satker di daerah. Sehingga tujuan Reformasi Birokrasi untuk mewujudkan aparatur yang bersih, bebas KKN dan  meningkatkan pelayanan publik dapat tercapai” ujarnya.

Sebagai informasi, fokus ZI menuju WBK/WBBM melingkupi enam area perubahan yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tata Laksana, Penataan manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook