BP2TSTH Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir & Tanah Longsor

By andhika 03 Mei 2017, 13:56:37 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BP2TSTH Berikan Bantuan Kepada Korban Banjir & Tanah Longsor

Keterangan Gambar :


BP2TSTH (Kuok, 08/03/2017) Segenap pegawai Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Kab. Lima Puluh Kota, Prop. Sumatera Barat (Sumbar). Melalui perwakilannya yang dipimpin langsung oleh Ir. R. Gunawan Hadi Rahmanto, M.Si., Kepala BP2TSTH Kuok, berkunjung dan memberikan bantuan ke salah satu lokasi bencana yaitu di Kecamatan Pangkalan, Kab. Lima Puluh Kota, Sumbar, Selasa (07/03).

“Bantuan sosial ini sangat dibutuhkan bagi korban bencana. Apalagi beberapa koto/nagari masih terisolir sehingga sulit untuk mendapatkan bantuan,” kata Gunawan.

Kepala Balai BP2TSTH saat menyerahkan bantuan secara simbolis

(Dokumentasi: Yeni Aprianis)

Lebih lanjut, Gunawan menyatakan bahwa bantuan yang diberikan berupa obat-obatan, air mineral, makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut telah diserahkan secara langsung kepada korban melalui posko di Mesjid Raya Pangkalan.

Gunawan menyadari bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini permasalahan lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) terus meningkat dan sangat komplek. Di Riau sering terjadi kebakaran hutan, sedangkan di Sumbar terjadi bencana banjir dan tanah longsor.

“Untuk membantu mengatasi bencana LHK di Riau dan sekitarnya, BP2TSTH telah melakukan kajian dan penelitian, kelembagaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” kata Gunawan.

“Ke depannya, BP2TSTH juga akan berupaya membantu mengatasi penanggulangan bencana alam banjir dan longsor di Sumatera Barat melalui kajian/penelitian terkait aspek teknis maupun sosial kelembagaan penyebab bencana tersebut,” pungkas Gunawan.

Disadari bahwa bencana banjir dan tanah longsor di Sumbar pada periode ini akibat hujan lebat yang terus mengguyur Kab. Lima Puluh Kota, Prop. Sumbar. Hal ini menyebabkan Sungai Sumpur meluap dan mengakibatkan longsor di tebing serta perbukitan.

Berdasarkan data BNPB, sebanyak 8 (delapan) Kecamatan dan 13 (tiga belas) Nagari terkena dampak langsung bencana banjir dan tanah longsor, meliputi Kecamatan Pangkalan, Kapur IX, Mungka, Harau, Payakumbuh, Lareh Sago Halaban, Suliki, dan Empat Barisan.

“Hingga hari ke - 5 pasca terjadinya bencana, ribuan warga di lokasi bencana masih terisolir dan kesulitan mendapatkan bantuan,” ungkap Muhammad Sidiq, relawan korban bencana alam di Posko Masjid Raya Pangkalan, Kab. Lima Puluh Kota.

Suasana di lokasi pengungsian

(Dokumentasi: Yeni Aprianis)

Menurut Sidiq, ketinggian air banjir pada tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, adanya tanah longsor menyebabkan terhambatnya lalu lintas jalur utama penghubung propinsi Sumbar - Riau sehingga menghambat perekonomian dan perdagangan di kedua propinsi tersebut. ***YA/DR.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • alat tulis kantor

    Saya pikir hari lingkungan hidup ini harus dijadikan hari libur nasional supaya semua ...

    View Article
  • alat tulis berkualitas

    Saya ucapkan selamat atas nota kesepahaman yang telah disepakati bersama semoga hal ...

    View Article
  • Pakar SEO

    Artikel dan informasi yang bagus sekali, salam hangat dari kami ...

    View Article
  • Jasa SEO Jakarta

    Have you ever thought about publishing an e-book or guest authoring on other ...

    View Article