BP2TSTH SELENGGARAKAN PEMBAHASAN ROPt Tahun 2021

By Sutomo Dardi 05 Mar 2021, 10:24:20 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BP2TSTH SELENGGARAKAN PEMBAHASAN ROPt Tahun 2021

Keterangan Gambar :


Kuok (2/3), Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) melakukan pembahasan Rencana Operasional Penelitian (ROPt) Tahun 2021 sebagai upaya meningkatkan kualitas proposal penelitian. Kegiatan yang diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ini dilakukan secara outdoor di taman diskusi Selulosa pada hari Selasa waktu setempat.

Kegiatan yang dirutinkan setiap awal tahun ini kali ini hanya dihadiri oleh pejabat fungsional peneliti dan teknisi litkayasa BP2TSTH. Acara ini juga dikemas dengan mengundang para koordinator penelitian lingkup Badan Litbang dan Inovasi KLHK secara daring.

Diskusi pembahasan dibuka langsung oleh Priyo Kusumedi, S.Hut., M.P selaku Kepala Balai BP2TSTH Kuok. Dalam sambutannya, Priyo mengatakan bahwa hasil litbang akan dibutuhkan sebagai rekomendasi dan alternatif mengatasi masalah yang ada ditengah masyarakat.

“Di negara maju, hasil litbang dibutuhkan sebagai rekomendasi untuk mengatasi masalah. Kegiatan litbang penting dilakukan untuk pengambilan keputusan. Namun di Indonesia, lembaga litbang belum dijadikan rujukan dalam membuat kebijakan. Hal ini dikarenakan tidak ada strategi komunikasi dan diseminasi hasil litbang yang mudah dicerna oleh para pengguna. Selain itu, hasil litbang belum menjadi satu kesatuan yang bisa diadopsi dan dimanfaatkan oleh pengguna dari hulu sampai hilir” ungkap Priyo.

Lebih lanjut Priyo mengatakan bahwa pembahasan ROPt 2021 dilakukan agar pelaksanaan kegiatan dapat mencapai tujuan sesuai yang diharapkan. “Kegiatan pembahasan ini ini hendaknya digunakan secara maksimal oleh para peneliti untuk menyempurnakan rencana penelitian secara teknis maupun substansi setelah mendapatkan saran masukan dari Koordinator RPPII, pembahas, dan audiens. Harapannya hasil pembahasan ROPt tersebut dapat meningkatkan kualitas proposal penelitian sehingga pelingkupan dan target luaran menjadi komplek” tambahnya.

Pembahasan ROPt yang dihadiri oleh beberapa koordinator RPPII secara virtual tidak mengurangi makna acara. Koordinator yang hadir yaitu: Prof. Ris. Ir. Sri Suharti, M.Sc., Dr. Made Hesti Letari Tata, S.Si., M.Si., Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si.,Ph.D dan Dr. Ika Heriansyah, S.Hut., M.Agr.  

Disela-sela acara, Ratih Damayanti, S.Hut., M.Si.,Ph.D selaku koordinator RPPII 9 tentang material maju di sektor kehutanan menyampaikan beberapa hal perlu diperhatikan oleh tim penelitian BP2TSTH. “Kepada pelaksana kegiatan mohon dengan seksama dalam pemilihan parameter dan instrument analisanya. Hal tersebut akan berkaitan dengan keterbatasan dana, tata waktu pada tahun 2021 ditengah kondisi transisi ini “ ujar peneliti madya dengan kepakaran anatomi kayu ini.

“Menjadi perhatian kita bersama, sebagai pelaksanaan mandat UU Sinastek kegiatan litbang sebaiknya dilakukan secara koloboratif dengan menggandeng beberapa pihak yang juga menjalankan kelitbangan. Hal ini tentunya menjadi poin lebih ketika BRIN itu terbentuk yang mana kegiatan litbang kehutanan akan mempunyai posisi tawar yang tinggi dikarenakan mencakup sinergitas. Selain itu, dengan adanya kolaborasi ini, kita mampu mendapatkan pengayaan substansi maupun pemenuhan instrumen analisis” tambahnya melengkapi

Sejalan hal tersebut, peneliti BP2TSTH, Eka Novriyanti,S.Hut,M.Si,PhD. menyatakan akan perlunya dukungan manajemen. ”Beragam skema kolaborasi telah mulai kami inisiasi namun pada akhirnya perlu adanya jajaran manajemen sebagai legislasinya. Disamping itu, kerjasama yang terjalin antar institusi yang dituangkan dalam dokumen akan merincikan teknis kegiatan secara detail bahkan pada pengusulan hak paten nantinya” ungkap alumus Institut Pertanian Bogor ini.

Kegiatan ini membahas kegiatan penelitian yang mendapatkan dana pada tahun anggaran 2021 yang  meliputi:

  1. Peningkatan Produktivitas Lahan Gambut Terdegradasi Melalui Agroforestry Berbasis Jenis Alternatif Geronggang (Cratoxylum arborescens) oleh Ahmad Junaedi, S.Si., M.Sc. dan Tim;
  2. Teknologi Pembuatan Dissolving Pulp Geronggang (Cratoxylum arborescens) sebagai Bahan Baku Nanoselulosa dalam Aplikasi Edible Film oleh Yeni Aprianis, S.Si., M.Sc. dan Tim;
  3. Penegmbangan Produk Biokomposit Ramah Lingkungan dari Serat Kulit Kayu untuk Aplikasi Bahan Bangunan Non Struktural oleh Agus Wahyudi, S.Hut., M.Si. dan Tim;
  4. Pengembangan Teknologi Pengawetan Produk Kayu Ramah Lingkungan dengan Bahan Dasar Beewaxs oleh Agus Wahyudi, S.Hut., M.Si. dan Tim;
  5. Peningkatan Pemanfaatan Taxus sumatrana sebagai Tanaman Biofarmaka Melalui Pengembangan Teknologi Domestikasi dan Community-based Enterprise oleh Eka Novriyanti, Ph.D dan Tim;
  6. Peningkatan Produktivitas Jenis-Jenis Lokal Penghasil Serat di Lahan Kritis oleh Dra. Syofia Rahmayanti dan Tim;
  7. Silvikultur Jenis Kelor (Moringa oleifera) MPTS Penghasil Bahan Pangan dan Serat Tanaman Alternatif oleh Hery Kurniawan, S.Hut., M.Sc. dan Tim;
  8. Aplikasi Sinar Gamma Terhadap Tanaman Geronggang oleh Dodi Frianto, S.P., M.Si. dan Tim.

Sebagai informasi, pasca diterbitkannya Undang Undang Nomor 11 Tahun 2019 Tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang mengharuskan seluruh badan litbang disetiap kementerian untuk bergabung menjadi satu dalam wadah Badan Riset dan Inovasi Nasional.  Terkait kondisi tersebut, saat ini merupakan masa transisi bagi BLI KLHK. Kondisi ini diharapkan tidak mengganggu kegiatan penelitian dan pengembangan maupun kinerja para peneliti dan teknisi litkayasa untuk menjalankan tugasnya.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook