BTNBT Bawa KTH Binaan Pelajari Diversifikasi Produk Perlebahan ke BP2TSTH

By Sutomo Dardi 30 Sep 2020, 22:26:47 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BTNBT Bawa KTH Binaan Pelajari Diversifikasi Produk Perlebahan ke BP2TSTH

Keterangan Gambar : Penyampaian Profil Balai dan Kata Sambutan : kepala BP2TSTH Priyo Kusumedi, S.Hut, MP (kanan) dan Penyuluh Muda BTNBT Nurhajjah,S.Hut di Taman Diskusi Selulosa


FORDA (29 September 20) Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (BTNBT) yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) binaannya menyambangi Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH). Kunjungan dilakukan pada hari Selasa, 29 September 2020 yang terdiri dari penyuluh BTNBT beserta perwakilan dari 11 KTH. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan peningkatan kapasitas KTH binaan yang ada di zona pemanfaatan beberapa waktu silam.

Rombongan disambut langsung oleh Priyo Kusumedi,S.Hut,MP selaku kepala BP2TSTH berserta kepala unit manajemen BP2TSTH lainnya di  taman diskusi selulosa. Pada sambutannya Priyo mengucapkan terimakasih atas kepercayaan BTNBT kepada BP2TSTH dalam hal materi dan narasumber kegiatan.

“Kolaborasi ini telah berjalan beberapa tahun silam dengan berbagai pembaharuan materi dan kegiatan supervisi  teknis dari tim perlebahan BP2TSTH” ucapnya.

“Apresiasi kami kepada pihak BTNBT karena telah membantu kami melakukan kegiatan diseminasi hasil litbang kepada pengguna. Seluruh hal ikhwal yang kami peroleh dari kegiatan litbang merupakan hak publik yang harus disampaikan kepada masyarakat umum” tambah Priyo.

Priyo berharap pelatihan hulu-hilir budidaya lebah madu dan diversifikasi produk turunannya bisa memberikan nilai tambah pada produk perlebahan selain madu seperti propolis, bee pollen, pomade, salep madu, sabun madu dan lain sebagainya sehingga bermanfaat untuk kemandirian kelompok tani dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani didalam dan disekitar kawasan TNBT

Nurhajjah,S.Hut selaku Penyuluh Muda BTNBT menjelaskan urgensi kegiatan studi banding yang ditujukan untuk mendapatkan paparan teknis dan demonstrasi diversifikasi produk perlebahan berbasis kegiatan litbang.   “Peserta kunjungan ini sebanyak 25 orang yang merupakan perwakilan dari 11 KTH binaan BTNBT, perwakilan BUMDES dan penggiat perlebahan di sekitar kawasan” Ujar alumnus Universitas Gadjah Mada ini.

“Melalui kunjungan ini diharapkan peserta mampu memahami secara detail terkait teknologi sederhana untuk penganekaragaman produk berbahan dasar komoditi perlebahan. Selebihnya pelingkupan kegiatan ini akan dilakukan dalam perspektif skala bisnis melalui mitra UKM BP2TSTH (Wilbi)” paparnya melengkapi.

Kegiatan yang dijadwalkan selama satu hari mencakup materi teknis yang terdiri dari praktek budidaya lebah kelulut oleh Avry Pribadi,S.Si,M.Sc dan teknis pengolahan diversifikasi produk perlebahan oleh Opik Taupik Akbar,S.Hut. Paparan ini disimulasikan untuk pencapaian keberhasilan program yang ada, agar masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kawasan hutan tidak lagi menjadikan kayu sebagai komoditi utama. Pergeseran pola pikir ini kedepannya akan mengkampanyekan potensi jasa lingkungan sebagai alternatif penggerak perekonomian keluarga.

Pada paparan ini selain disampaikan tips dan trik keberhasilan pengelolaan budidaya lebah penghasil madu, peserta juga dibawa mengunjungi spot koleksi bunga sebagai sumber nektar lebah dan laboratorium pengolahan.

Kegiatan yang berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan ini tetap berjalan dengan antusiasme. Diskusi yang terjadi terlihat sebagai sebuah penyamaan persepsi antara praktisi lapangan dengan peneliti sebagai pengkaji. Keramahan dan tingginya ekspektasi peserta pada kegiatan ini merefleksikan besarnya kebutuhan informasi publik berbasis validitas. Semoga hal sinergitas yang diinisiasi oleh instansi pemerintah ini mampu merangkul penduduk hingga masyarakat adat yang bersinggungan dengan kawasan hutan. ** ESR



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook