Gali Potensi Wisata, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Kunjungi BP2TSTH
BP2TSTH sangat strategis sebagai eco edu tourism

By Sutomo Dardi 29 Jul 2020, 15:01:04 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Gali Potensi Wisata, Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kampar Kunjungi BP2TSTH

Keterangan Gambar : Berbincang : Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian (kanan) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (kadisparbud) Kabupaten Kampar, Ir. Zulia Dharma(kiri) di Taman Selulosa


[FORDA]_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) dikunjungi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (kadisparbud) Kabupaten Kampar, Ir. Zulia Dharma pada Selasa (28/7/20). Kadisparbud disambut oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) BP2TSTH, Juliswan,SE dan Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian (DISP), Agus Yanto,SH di spot galeri inovasi BP2TSTH. Kunjungan dilakukan dalam rangka menggali potensi wisata baru di Kabupaten Kampar.

Kadisparbud menyampaikan bahwa komposisi lingkungan di areal BP2TSTH sudah layak dikemas sebagai objek wisata berkonsep ekowisata. “kegiatan berwisata nantinya tidak hanya untuk kalangan umum tapi bisa menggait kalangan milenial dengan maraknya sekolah alam. Mereka tidak hanya berwisata tapi mendapatkan ilmu dari lokasi ini” ujar Zulia.

“Menggeliatnya pariwisata di Kabupaten Kampar ini tidak terlepas dari peran media yang mana dengan media sosial setiap orang kini adalah reporter” tambahnya sembari melihat produk-produk di spot galeri inovasi BP2TSTH.

Melihat Lebah Trigona di Taman Trigona Eco Edu Bee Fram

Menanggapi hal tersebut, Agus Yanto,SH selaku kepala DISP menegaskan bahwa saat ini BP2TSH tengah meluncurkan program revitalisasi arboretum yang mengusung konsep eco edu tourism. “Revitalisasi arboretum BP2TSTH mencakup launching SiKePo (Sistem Kenal Pohon), pembangunan taman trigona dan eco bee park, taman diskusi selulosa dan lainnya” ungkap Agus.

Lebih lanjut agus memaparkan “skema revitalisasi arboretum yang sedang kami jalankan ini juga menggandeng pendanaan mitra seperti taman lebah yang berproses membangun dengan hibah dari Coporate Social Responsibility (CSR) Bank Negara Indonesia (BNI)” jelasnya merinci.

Dilansir dari pernyataan Kadisparbud pada media massa elektronik tercatat perputaran uang dari sektor pariwisata pada tahun 2019 mencapai 36 miliar rupiah lebih dengan kunjungan wisatawan sebanyak 1,6 juta orang. Perputaran ini memiliki dampak sosial kepada masyarakat tempatan baik itu secara ekonomi maupun infrastruktur. Geliat sektor pariwisata ini terbagi atas objek wisata alam, wisata religi maupun jasa lingkungan lainnya.

Juliswan,SE selaku KSBTU BP2TSTH kembali menegaskan bahwa arah revitalisasi arboretum ini dibarengi dengan upaya melengkapi infrastruktur yang mengikutinya. “Pemberlakuan one gate system yang telah kita jalankan merupakan upaya kita menata lingkungan dan mengantisipasi meningkatkan kunjungan pasca semakin tereksposenya balai ini” tegas pria yang akrab disapa Iwan ini.

Saat dikonfirmasi, Priyo Kususmedi,S.Hut,MP selaku Kepala BP2TSTH melalui telephone genggamnya menyampaikan apresiasi atas kinerja tim diseminasi dan multi pihak yang berperan aktif. “Upaya kita membuat institusi ini dikenal publik mulai terlihat. Selain program yang bersinergi dengan pemerintah daerah, kinerja SDM BP2TSTH senantiasa dinanti masyarakat” pesannya singkat.

Mengakhiri kunjungannya ke BP2TSTH, Kadisparbud dibawa berkeliling melihat pembangunan taman lebah, menikmati suasana asri di taman diskusi selulosa dan gazebo hingga menikmati madu kelulut di taman trigona. Pariwisata tidak hanya sebatas relaksasi semata dari kegiatan ini kita dapat mentadaburi alam sebagai ruang ilmu tak terbatas oleh Sang Pencipta. ***ESR.

 

Informasi lebih lanjut:
Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok
Jl. Raya Bangkinang Kuok Km. 9, Bangkinang, Riau 28294
Telp. 0762 - 7000121, Fax. 0762 – 7000122
E-mail: data.informasi01@gmail.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook