Lagi, BP2TSTH Kuok Terlibat dalam FGD Penyusunan SNI Metode Pengujian Holoselusa
Penyusunan SNI Metode Pengujian Holoselusa

By Sutomo Dardi 06 Des 2019, 16:30:38 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Lagi, BP2TSTH Kuok Terlibat dalam FGD Penyusunan SNI Metode Pengujian Holoselusa

Keterangan Gambar :


BP2TSTH Kuok (Jogja, 29-30 Nov 2019)_Dalam rangka pengembangan standar metode pengujian uji, Pusat Standarisasi Industri pada tahun 2019 melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) kajian standar pengembangan Standar Metode Uji Holoselulosa dalam Kayu dan Non-Kayu bekerjasama dengan Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) Bandung, di Grand Mercure Yogyakarta, Kamis – Jumat (29-30/11/19).

Pengembangan standar pengembangan Standar Metode Uji Holoselulosa mengemuka dikarenakan terdapatnya berbagai metode penetapan holoselulosa yang berbeda-beda karena beberapa laboratorium sudah tidak menggunakan metode SNI yang ada dikarenakan penggunaan gas klor yang tidak diijinkan lagi karena berbahaya bagi kesehatan analist dan tidak ramah lingkungan. Selain itu, standar TAPPI dan ASTM yang awalnya menjadi rujukan SNI pun sudah tidak berlaku.

Focus Discussion Group (FGD) dilakukan di Hotel Grand Mercure Yogyakarta tanggal 29 November ini dihadiri berbagai instansi pemerintah dan swasta terkait yang biasa melakukan pengujian kadar holoselulosa, diantaranya Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK), Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Agro, Badan Standarisasi Nasional, Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (BALITTAS), Departemen Hasil Hutan UGM, Departemen Hasil Hutan IPB, Pusat Penelitian Biomaterial LIPI, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan (P3HH), Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok, PT. Fajar Surya Swadaya, PT. Intertek Utama Service, dan PT. Indah Kiat Pulp dan Paper. 

Perwakilan dari BP2TSTH Kuok yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu Dr. Agus Wahyudi dam Opik T.Akbar, S.Hut memberi masukan mengenai metode perthitungan dengan memasukan faktor kdar ekstraktif kayu. Hal tersebut akan berpengaruh apabila dilakukan pembahasan menganai total kandungan bahan penyusun kayu yang terdiri dari holoselulosa, lignin, dan ekstraktif. BP2TSTH yang biasa melakukan pengujian di BBPK, DHH IPB maupun DHH UGM juga sangat setuju dilakukan sinkronisasi metode pengujian dan perhitungannya agar data yang diperoleh sudah standar.

Diskusi dipimpin oleh Ibu Yawita dari Pusat Standarisasi Industri yang menyampaikan bahwa diperlukan penyeragamanan metode analisa holoselulosa dan peninjauan kembali kesesuaian SNI 01-1303-1989 mengenai cara uji holoselulosa dalam rangka penguatan SNI. Presentasi oleh Ibu Dra. Susi Sugesti dari BBPK dilakukan untuk menyampaikan data hasil pengujian dari tujuh (7) laboratorium (BBPK Bandung, LIPI Biomaterial, DHH IPB, BALITTAS Solo, P3HH KLHK, PT Intertex, dan PT IKPP) dengan metode yang telah disepakati bersama. Dari hasil pengujian diketahui kalau masih terdapat perbedaan nilai kadar holoselulosa meskipun menggunakan metode yang sama yang telah disepakati.

Selanjutnya dilakukan diskusi untuk memecahkan permasalahan yang ada. Oleh karena itu, dalam FGD tersebut bisa ditemukan penyebab dan solusi dalam penyusunan SNI terbaru dan akhirnya disetujui beberapa kesepakatan untuk memperbaharui SNI yang ada sehingga diharapkan hasil pengujian lebih seragam dan bahan kimia yang digunakan lebih aman.

Berdasarakan hasil Diskusi, maka dalam FGD kedua ini akhirnya disetujui beberapa kesepakatan yaitu ; 1) laporan hasil uji diperbaiki dengan beberapa penambahan keterangan ; 2) pada laporan hasil uji perlu dicantumkan jumlah penambahan Natrium Clorida, apabila menggunakan sampel kayu disepakati menggunakan ulangan 4x sedangkan untuk sampel non-kayu disesuaikan hingga warna putih kecoklatan, jenis bahan kimia yang digunakan (padatan atau cairan), cawan yang digunakan adalah cawan G2; dan 3) perhitungan selulosa berubah dari kesepakatan pertama karena penambahan rumus kandungan ekstraktif akan merubah hasil dan perhitungan pun akan berbeda dengan perhitungan kandungan lignin.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook