Langkah BP2TSTH Lawan Pandemi: Sosialisasi Vaksinasi dan Pemeriksaan Dini

By Sutomo Dardi 31 Mar 2021, 06:58:22 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Langkah BP2TSTH Lawan Pandemi: Sosialisasi Vaksinasi dan Pemeriksaan Dini

Keterangan Gambar :


Kuok (29/03/21)_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) pada Senin (29 Maret 2021) mengadakan kegiatan sosialisasi vaksinasi covid-19 dan SWAB antigen untuk seluruh karyawan/ti. Kegiatan sosialisasi dilakukan di ruang serba guna BP2TSTH dengan narasumber tenaga kesehatan dari puskesmas Kuok dan dilanjutkan dengan SWAB antigen dengan tenaga dari rumah sakit Aulia Hospital. Peserta yang mengikuti acara ini berjumlah  50an orang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan edukasi kepada aparatur sipil lingkup BP2TSTH sebagai calon penerima vaksin dan langkah untuk menyukseskan program vaksinasi Pemerintah Republik Indonesia.

Acara dipandu langsung oleh Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi,S.Hut,MP yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kita untuk peduli dengan kesehatan diri dan keluarga melalui penerapan protokol kesehatan. “Salah satu upaya kita untuk mencegah dan menghindari infeksi covid-19 ini dapat dilihat dari kedisiplinan kita menerapkan 3 M (mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Sebagai bentuk ikhtiar kita dapat diwujudkan dengan mengikuti program vaksinasi covid-19 yang telah dicanangkan oleh pemerintah melalui Perpres No 99 Tahun 2020” ungkapnya.

“Silahkan kepada kita yang hadir disini untuk menanyakan semua kebimbangannya terhadap vaksinasi covid 19 kepada dokter yang berkompeten ini sehingga kedepan kita tidak akan sangsi mengikuti vaksinasi tersebut . Setelah ini kita akan lakukan juga pendeteksian dini mengenai infeksi virus ini melalui SWAB antigen oleh penyedia jasa yang segera hadir” tutur Priyo.

Dilansir dari portal resmi penanganan covid-19 oleh pemerintah (https://covid19.go.id/), pertanggal 29 Maret 2021 covid-19 di Indonesia telah menginfeksi 1.501.093 orang dengan konfirmasi positif. Sementara ini di Provinsi Riau terkonfirmasi positif covid-19 berjumlah 34.391 (2,3% dari jumlah nasional.

Sementar itu, dr Adela selalu tenaga medis di Puskesmas Kuok menjelaskan mengenai cara-cara penularan covid-19 dan cara pencegahannya. “Awalnya virus ini menginfeksi hewan liar yang kemudian bermutasi hingga menularkan dari hewan ke manusia. Dala berinteraksi sosial tentunya penularan akan sangat massive melalui skema manusia ke manusia. Disinilah peran penting kita secara bersama-sama untuk menekan bahkan memutus laju penyebaran virus ini” ucap dokter muda ini.

“Selain penerapan ketat mengenai protokol kesehatan, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan vaksinasi guna membentuk her d immunity ditengah-tengah masyarakat. Program vaksinasi ini menyasar hampir seluruh kalangan masyarakat Indonesia.  Berdasarkan edaran dari instansi terkait, saat ini vaksinasi sudah boleh diberikan kepada ibu menyusui,  penyintas kanker,  penyintas covid-19 maupun penderita hipertensi” ujar Adel merinci.

Program vaksinasi sebagai upaya pengendalian dan penanganan pandemic global ini dilakukan sebanyak dua tahapan untuk setiap penerima vaksin. Tahap awal dilakukan untuk memperkenalkan antibody mengenai jenis virus ini. Selanjutnya pada hari keempat belas setelah vaksinasi dilakukan vaksinasi ulang sebagai booster pembentukan antibody.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, golongan penerima vaksin covid-19 meliputi: tenaga kesehatan sejumlah 1.468.764 orang, petugas publik sejumlah 17.327.169 orang dan kalangan lansia dengan jumlah 21.553.118 orang. Sehingga total sasaran penerima vaksin berjumlah 181.554.465 orang dan dijadwalkan akan selesai pada Maret 2022 nanti.

Sebelum menutup acara sosialisasi ini, kembali Priyo menegaskan mengenai pentingnya vaksinasi dan peran kita menyukseskan program pemerintah. “Kita sebagai abdi Negara, suka tidak suka, mau tidak mau harus turut serta dalam vaksinasi ini. perlu kta camkan bahwa pemilihan jenis vaksin maupun dosisnya telah melalui pengkajian secara procedural dan telah dilegislasi oleh MUI. Ingat, vaksin itu halal dan aman” tutup pria keturunan Jawa ini.

Dengan ditutupnya kegiatan sosialisasi tersebut, maka dimulailah kegiatan pendeteksian dini dan monitoring kesehatan karyawan/ti lingkup BP2TSTH. Metode yang digunakan adalah SWAB antigen dengan penyedia jasa dari rumah sakit Aulia Hospital. Metode ini dipilih oleh jajaran manajemen BP2TSTH dengan beram pertimbangan, mulai dari kepraktisan, keakuratan hingga keekonomisannya.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) BP2TSTH, Juliswan,SE saat dikonfirmasi menyatakan bahwa jajaran manajemen BP2TSTH menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesehatan pegawai dan lingkungan kerjanya. “Pelaksanaan SWAB antigen ini ditujukan sebagai monitoring kesehatan pegawai balai dan tentunya sebagai bentuk kepedulian kita guna mencegah penyebaran maupun adanya klaster di kantor ini. Kami dari jajaran manajemen selain melakukan tindakan preventif tentunya mempersiapkan tindakan kuratif jika ada yang terkonfirmasi positif covid-19 nantinya” imbuh pria yang  akrab disapa Iwan ini.

“Kondisi lingkungan kerja yang kondusif tentunya menjadi tujuan kita bersama sehingga komitmen untuk tetap menjaga kesehatan dimulai dari diri pribadi kita. Setelah menerima vaksin bukan berarti kita kebal melainkan tindakan pelengkap agar terhindar dari infeksi virus ini” ujarnya tersenyum.

Seperti yang kita pahami, virus yang menginfeksi paru-paru dan menyumbat saluran pernapasan ini akan sangat fatal jika berada pada tubuh seseorang denga penyakit penyerta. Mencegah akan sangat baik dibanding mengobati. Maka tidak ada alasan kita untuk menyepelekan adanya infeksi virus yang telah menginfeksi setidaknya 120 juta kasus dibelahan dunia ini. Menjaga kesehatan diri akan berdampak besar pada kondisi kesehatan keluarga. Mari bersama kita menjaga kesehatan sebagai interpretasi aktor pemutus rantai penularan.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook