Lanjutkan Diskusi, Peserta Webinar SERAMBI 3 Kunjungi BP2TSTH

By Sutomo Dardi 18 Des 2020, 15:18:57 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Lanjutkan Diskusi, Peserta Webinar SERAMBI 3 Kunjungi BP2TSTH

Keterangan Gambar : Kepala BP2TSTH (dua kiri) memaparkan beberapa skema agroforestry /paludikultur di lahan gambut hasil litbang dari beberapa UPT Badan Litbang dan Inovasi


Tertarik dengan hasil litbang yang disampaikan peneliti Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) pada webinar SERAMBI Seri ke-3, peserta dari Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Alam (IUPHHK-HA) PT. Diamond Raya Timber berkunjung ke kantor BP2TSTH, Senin (14/12/2020). Disambut Kepala BP2TSTH dan peneliti yang menjadi narasumber Semarak Riset Alam Melalui Bincang Ilmiah (SERAMBI) ke-3, dua orang tamu tersebut konsultasi tentang agroforesty yang tepat di lahan gambut di wilayah konsesi mereka.

“Di lokasi kami ada semacam kemitraan (agroforestry) dengan masyarakat. Saat ini juga sedang mengajukan proposal Multi Usaha Kehutanan. Namun kendala utama yang saat ini kami hadapi dalam hal budidayanya. Kondisi tanah berupa gambut, menyulitkan pengelolaannya,” kata Rizaldi dari PT. Diamond Raya Timber.

“Kami tahu kantor ini dari flyer webinar SERAMBI yang beredar di whatsapp group. Setelah kami ikuti acara webinarnya kami semakin tertarik untuk berkonsultasi secara langsung kepada tim peneliti yang telah melakukan budidaya pohon dan komoditi lainnya di lahan gambut,” jelasnya antusias.

Sebagai informasi, wilayah konsesi PT. Diamond Raya Timber berada di Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hilir. Wilayah ini merupakan daerah sebaran gambut di Provinsi Riau.

Menanggapi hal tersebut, Priyo Kusumedi, S.Hut,MP, Kepala BP2TSTH menyatakan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Terima kasih atas kelanjutan komunikasi di SERAMBI. Silahkan berdiskusi secara teknis dengan tim peneliti kami, terkait teknik silvikultur di lahan gambut maupun teknis agroforestrynya,” tuturnya di Galeri Inovasi.

Kepada tamu diungkapkannya bahwa kegiatan BP2TSTH di lahan gambut masih dalam skala ujicoba penelitian di lapangan. Untuk perbandingan dalam skala usaha bisnis menurutnya dibutuhkan referensi lainnya. “Untuk komoditi sendiri ada baiknya mempertimbangkan ketersediaan pasar, ritme panen hingga kesesuaian dengan budaya masyarakat yang diajak bermitra,” tegas Priyo.

Terkait itu, Priyo memaparkan beberapa skema agroforestry/paludikultur di lahan gambut hasil litbang dari beberapa UPT Badan Litbang dan Inovasi seperti BP2LHK Palembang dan BP2LHK Banjarbaru. Uji coba penanaman kayu putih di lahan gambut Riau oleh B2P2BPTH Yogyakarta dan agroforestry geronggang di Kab. Bengkalis juga dipaparkan untuk memberikan gambaran beberapa pola agroforestry dan demplot yang ada di lahan gambut.

Secara teknis, Ahmad Junaedi, S.Si, M.Sc, Peneliti BP2TSTH menjelaskan terkait pemilihan jenis di lahan gambut. “Beberapa waktu silam, jelutung menjadi primadoma sebagai jenis yang unggul di lahan gambut. Namun berdasarkan karakteristik, potensi, sebaran dan kearifan lokal yang ada di Riau ini, kami merekomendasikan jenis geronggang. Hal ini berdasarkan sifatnya yang mampu beradaptasi di lahan gambut, kemudahan perbanyakannya hingga potensi lainnya di alam,” rinci pria yang biasa dipanggil Ajun ini.

“Seperti yang sudah saya sampaikan dan kita simak bersama saat di webinar kemarin, potensi geronggang bukan rahasia lagi. Kayunya dapat dijadikan sebagai furnitur, dengan input teknologi dapat menjadi sumber serat alami dari native species, belum lagi kandungannya dengan potensi biofarmaka hingga keberadaannya di alam sebagai sumber nektar untuk pakan lebah,” jelasnya.

Agroforestry merupakan sistem budidaya yang secara teknis memadupadankan antara komoditi kehutanan dengan komoditi lainnya dengan mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, ekologi, dan kebijakan. Berdasarkan hasil kajian tim sosial ekonomi BP2TSTH, agroforestry dapat dijadikan sebagai alternatif solusi maupun tindakan persuasif terhadap gangguan eksistensi kawasan hutan.

Pengembangan demplot Agroforestry oleh BP2TSTH telah berhasil mengatasi konflik kepemilikan lahan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Kepau Jaya yang dikelolanya. Selain meminimalisir gangguan terhadap KHDTK yang berada di Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau ini, program ini telah meningkatkan pendapatan anggota kelompok tani binaannya.*** Eko Sutrisno



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook