Pembahasan LHP Wujud Akuntabilitas Pelaksanaan Litbang
Pembahasan LHP Wujud Akuntabilitas Pelaksanaan Litbang

By Sutomo Dardi 09 Des 2019, 17:18:44 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Pembahasan LHP Wujud Akuntabilitas Pelaksanaan Litbang

Keterangan Gambar :


Sebagai wujud akuntabilitas instansi serta sebagai sarana evaluasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengembangan, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH Kuok) mengadakan Pembahasan Laporan Hasil Penelitian dan Pengembangan (LHPt dan LHPg) Tahun 2019 di Ruang Rapat BP2TSTH, Jumat (6/12/2019)

Rapat dibuka oleh Kepala Balai, Priyo Kusumedi, S.Hut, M.P. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan “Llitbang yang ideal adalah lembaga yang mampu menjawab masalah, menjawab kebutuhan pengguna, mempunyai manfaat (outcome) dan dampak (impact) - tidak berhenti pada KTI semata, bisa replikasi, dikembangkan lebih lanjut bahkan bisa dihilirisasi dan komersialisasi”.  Lebih lanjut Priyo juga menyatakan “Teman-teman peneliti juga harus memiliki branding sendiri sesuai kepakaran masing-masing, bukan hanya branding untuk institusi/Balai. Teman-teman bisa dikenal sebagai ahli geronggan, ahli serat, ahli madu, dan sebagainya”.

Pembahasan LHP ini mempresentasikan hasil kegiatan litbang yang dilaksanakan pada tahun 2019 yaitu 3 (tiga) judul penelitian dan 3 (tiga) judul pengembangan meliputi (1) Silvikultur Jenis Pohon Lokal Potensial di Lahan Marginal/Kritis; (2) Teknik Perbanyakan Koloni Beberapa Spesies Trigona spp; (3) Dissolving Pulp Bambu Duri (Bambusa blumeana); (4) Model Demplot Pemberdayaan Masyarakat Sekitar KHDTK; (5) Uji Sidik Cepat Identifikasi Zat Tambahan Dalam Madu; dan (6) Pengembangan Pot Organik Bibit Tanaman dari Limbah Lignoselulosa Sekitar Hutan Sebagai Usaha Rumah Tangga Masyarakat Desa Sekitar Hutan. Pada saat diskusi, peserta membahas dan memberikan saran kepada peneliti untuk perbaikan laporan hasil Penelitian dan Pengembangan Tahun 2019.

Rapat kali ini dihadiri oleh 45 peserta yang terdiri dari pejabat struktural, non struktural, peneliti dan teknisi lingkup BP2TSTH Kuok. Rapat juga dihadiri oleh Drs. Purnomo, pimpinan CV Wilbi Kuok, UKM yang bergerak di bidang budidaya lebah madu sekaligus pensiunan pegawai BP2TSTH Kuok. “Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini sekaligus sangat berharap ada inovasi terbaru yang dapat kami terapkan dalam meningkatkan produktivitas madu” ujar Purnomo.

Untuk pelaksanaan kegiatan litbang tahun 2020, kegiatan litbang yang akan dilaksanakan juga harus sesuai dengan target dari Rencana Induk Riset Nasional (RIRN), RPPI, dan Renstra Balai. “Saya mengajak teman-teman untuk bekerja bersama-sama agar BP2TSTH Kuok agar lebih dikenal oleh pengguna (user) dan pusat” tambah Priyo.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook