Pembangunan Demplot Geronggang Pada Hari Konservasi Alam Nasional
Demplot sebagai sebuah show window kegiatan kelitbangan yang menginterpretasikan teori dan aplikasi.

By Sutomo Dardi 14 Agu 2020, 09:27:15 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Pembangunan Demplot Geronggang Pada Hari Konservasi Alam Nasional

Keterangan Gambar : Penanaman Bersama : Kepala Seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian Agus Yanto, SH ( paling depan ) dan pegawai BP2TSTH . Senin 10 Agustus 2020 Foto : Dardi Sutomo


FORDA [Agustus 2020]_Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) membangun sebuah demonstrasi plot (demplot) kayu geronggang (Cratoxylon arborescens) di arboretum pada zona jenis alternatif penghasil serat. Pembangunan demplot ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) yang diperingati pada tanggal 10 Agustus setiap tahunnya.  Kegiatan penanaman dilakukan oleh seluruh karyawan dan karyawati lingkup BP2TSTH dengan luasan mencapai 500 m2. Demplot geronggang yang dibangun ini menjadi show window terdekat kegiatan teknologi budidaya jenis alternative penghasil serat.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Priyo Kusumedi,S.Hut,MP beserta jajaran manajemen BP2TSTH lainnya. Priyo menyampaikan apresiasinya atas langkah dan upaya kegiatan revitalisasi arboretum BP2TSTH.

“Perlahan kita selesaikan program revitalisasi arboretum ini dengan berbagai skema implementasinya” ucapnya disela-sela menanam.  “Menanam sejatinya adalah mewariskan kehidupan kepada generasi penerus, maka dari itu kita yang berpengetahuan ini seyogyanya berfikir jauh kedepan untuk kualitas hidup anak cucu kita” pungkas Priyo sembari menyapu keringat di dahinya.

Lebih lanjut Priyo mengatakan bahwa revitalisasi arboretum akan terus dilakukan secara bertahap untuk mengaktulisasikan hasil riset agar nampak lebih menarik, atraktif, dan mudah dijangkau oleh para pengguna karena semua wahana hasil riset bisa dilihat langsung di area kantor. Tujuan akhir dari revitalisasi arboretum adalah wisata ilmiah untuk produk-produk hasil litbang yang telah dihasilkan oleh tim peneliti

Bibit geronggang yang digunakan saat ini berasal dari objek penelitian yang telah selesai dikoleksi data time series-nya. Ketua tim peneliti yang menggawanginya, Ahmad Junaedi,S.Si,M.Sc  menjelaskan karakteristik geronggang yang mampu bertahan hidup pada lahan gambut dengan kondisi genangan temporer.

 “Sumber benih bibit geronggang ini berasal dari tegakan terseleksi tahan genangan di areal KHDTK Kepau Jaya yang ditanam pada tahun 2010 silam. Sedangkan pohon induknya berasal dari tegakan alam di Kabupaten  Bengkalis” ujar pria yang akrab disapa Ajun ini.

Jenis geronggang merupakan jenis lokal asli ekosistem Indonesia yang potensial untuk dikembangkan sebagai hutan tanaman. Habitusnya membuat karakteristik jenis ini dapat diupayakan sebagai salah satu solusi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di areal gambut.

Kegiatan pengelolaan arboretum berada dibawah kendali seksi Data, Informasi dan Sarana Penelitian (DISP). Saat dikonfirmasi secara terpisah, Agus Yanto,SH selaku kepala DISP mengungkapkan pembangunan demplot ini menambah koleksi jenis dan optimalisasi zonasi yang telah ditetapkan.

“Dempot yang terbangun ini memiliki populasi sebanyak 67 individu, ditanam dengan jarak 3 x 5 meter” jelas Agus merinci. “Tantangan terberat berikutnya adalah memelihara agar seluruhnya tumbuh dan berkembang sehingga kita memiliki miniatur hutan tanaman jenis geronggang di Kuok ini” ungkapnya penuh harap.

Kegiatan pembangunan demplot geronggang yang bersamaan dengan perayaan HKAN ini telah di-publish melalui media sosial milik BP2TSTH. Salah satu komentar diperoleh dari Helmi Firdaus (@hlmyfrdaus12) yang merupakan penggiat tanaman geronggang dari Kabupaten Bengkalis. Ia menyampaikan apresiasinya dan harapannya untuk kelestarian pohon geronggang di Riau melalui praktek konservasi.

Demplot yang terbangun ini tentunya sebagai rumah baru bagi cakrawala keilmuan insan litbang. Selain penyelamatan jenis melalui upaya konservasi, demplot dapat kembali digunakan sebagai objek penelitian dalam siklus yang lebih panjang. Pemeliharaan dan perawatan merupakan upaya menjaga keberlangsungan keberadaannya. Mari senantiasa merawat alam guna menjaga peradaban agar berlanjut sebagai budaya bangsa yang menghargai lingkungan. **ESR



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook