Peneliti Kuok Paparkan Potensi Geronggang di Bengkalis
Paparkan Potensi Geronggang

By Sutomo Dardi 11 Jan 2020, 13:59:19 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Peneliti Kuok Paparkan Potensi Geronggang di Bengkalis

Keterangan Gambar :


BP2TSTH (Bengkalis, januari 20)_Bertempat di Aula Balitbang Kabupaten Bengkalis, dua peneliti Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSH) Kuok, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, memaparkan prospek  pengembangan kayu geronggang, Rabu (18/12/19)

Acara dibuka oleh Sekretaris Balitbang Kabupaten Bengkalis, H. Dahen Tawakal yang dalam sambutannya menyampaikan "pengembangan kayu geronggang di Kabupaten Bengkalis ini dirasa ideal mengingat banyaknya dominansi sebaran alaminya disini. Lebih lanjut Dahen mengatakan bahwa pengembangan geronggang melalui budidaya mengimplementasikan program Riau Hijau yang dicanangkan oleh pemerintah provinsi Riau.

Tujuan worshop ini adalah untuk mensosialisasikan dan juga mengkampanyekan penanaman jenis kayu lokal. Seperti yang kita ketahui, kayu geronggang di provinsi Riau terbanyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis sebagai habitat alaminya. Selain itu, kayu jenis ini memiliki potensi sebagai penghasil serat alam.

Workshop ini dilaksanakan oleh oleh Balitbang Bengkalis dengan tema “Potensi Pengembangan Tanaman Geronggang (Cratoxylum arborescens) di lahan gambut, sebagai pohon lokal yang bernilai ekonomis”.

Pada sesi pertama, Ahmad Junaedi,S.Si, M.Sc memaparkan tentang pengenalan jenis kayu geronggang, pemanfaatan, pembibitan dan informasi awal mengenai teknik budidayanya. Peneliti madya ini disela-sela paparannya menyatakan bahwa "kayu geronggang adalah jenis pohon lokal gambut yang banyak manfaatnya;  antara lain untuk cerucuk, kayu pertukangan, bahan baku pulp/kertas, bahan obat –obatan dan bahkan secara ekologi bisa digunakan sebagai jenis pencegah kebakaran hutan dan lahan" ujarnya.

Sementara itu, pembicara kedua, Hery Kurniawan,S.Hut,M.Sc menyampaikan tentang potensi nilai ekonomi pengembangan kayu geronggang. "usaha budidaya kayu geronggang mempunyai daya saing yang baik dibandingkan dengan usaha budidaya sagu, karet dan bahkan sawit untuk daerah dengan dominasi lahan bertipe gambut" pungkas pria berkaca mata ini.

"Bapak Hery Kurniawan menyampaikan tentang potensi nilai ekonomi pengembangan kayu geronggang"

Selepas pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung hangat. Para peserta sangat antusias menyampaikan pernyataan dan pertanyaanya yang menitikberatkan pada jaminan harga jual dan rantai pemasarannya.  Selain itu, peserta mengharapkan realisasi teknis budidaya kayu geronggang dengan pola agroforestry dan pemenuhan kebutuhan akan bibit unggul untuk jenis kayu geronggang dimasa yang akan datang

Kehadiran pemateri dari BP2TSTH Kuok ini merupakan pemenuhan undangan dari Balitbangda kepada BP2TSH untuk menugaskan penelitinya menjadi narasumber pada workshop tentang geronggang.

Hadir dalam acara workshop sekitar 30 peserta dari berbagai latar belakang profesi dan instansi, yang membidangi kehutanan, pertanian, kebakaran lahan dan kehutanan.  Acara kemudian ditutup dan diakhiri dengan photo bersama.*** (AJ & HK).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook