Perkuat Arahan Kebijakan, Wawako dan Komisi II DPRD Kota Sawahlunto Kunjungi BP2TSTH Kuok

By Sutomo Dardi 04 Feb 2021, 10:10:34 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Perkuat Arahan Kebijakan, Wawako dan Komisi II DPRD Kota Sawahlunto Kunjungi BP2TSTH Kuok

Keterangan Gambar : Kepala Seksi DISP (kanan), ketua komisi II DPRD Kota Sawahlunto, H. Afdal, S.Si.,A.Pt (kiri) dan Wakil Walikota Sawahlunto, H. Zohirin Sayuti,SE (tengah)


FORDA (03/02/21)_Sekitar pukul 10 pagi dihari Rabu, halaman kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok terparkir tiga buah mobil dengan plat kendaraan BA. Kendaraan tersebut membawa wakil walikota beserta rombongan komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kotamadya Sawahlunto.

Rombongan disambut langsung oleh jajaran manajemen BP2TSTH dan dibawa ke Taman Diskusi Selulosa untuk bertemu dengan peneliti dan teknisi yang telah menanti. Kedatangan rombongan ini membawa misi untuk berkonsultasi dan menambah wawasan dalam rangka implementasi kebijakan peningkatan perekonomian masyarakat melalui budidaya serat tanaman hutan dan budidaya lebah madu.

Pada sesi acara penyambutan, Kepala Seksi Data Informasi dan Sarana Penelitian, Agus Yanto,SH menyampaikan peran strategis litbang dalam tatanan manajemen integrasi sembari ia mengucapkan selamat datang kepada rombongan dan undangan yang hadir. “Kami menyambut antusias kunjungan kerja perwakilan lembaga legislatif dan juga pemerintah kota Salahlunto” ucap Agus selaku Plh Kepala BP2TSTH ini.

“Kami berharap penguasaan paket iptek yang telah dikuasai ini dapat berguna untuk masyarakat Sawahlunto secara tepat guna. Hasil-hasil litbang yang mencakup hasil hutan bukan kayu maupun teknologi serat yang memasuki tahap hilirisasi dapat dimanfaatkan sebagai penguatan landasan kebijakan oleh legislator maupun pemkot nantinya” tambah pria yang akan memasuki purna tugas awal Maret mendatang.

Pernyataan tersebut dipertegas oleh Plt. Kepala Seksi Program Evaluasi dan Kerjasama, Farika Dian Nuralexa,S.Hut yang menyampaikan mengenai selayang pandang BP2TSTH. Perkenalan ini mencakup tugas fungsi dan core research BP2TSTH semenjak berdiri hingga saat ini. Bahkan dipaparkan pula beragam penghargaan yang telah dicapai oleh BP2TSTH pada tahun 2020

Baca: ……

Selanjutnya, Wakil Walikota Sawahlunto, H. Zohirin Sayuti,SE menyatakan maksud kedatangan mereka untuk konsultasi dan update wawasan mengenai teknik budidaya perlebahan. “Pemko bekerjasama dengan PT Pramuka Cibubur melalui kepengurusan pramuka di Kwarcab Kota Sawahlunto menjadikan perlebahan sebagai seksi usahanya. Akhir tahun lalu kami mengembangkan jenis apis sekitar 100 kotak yang ditempatkan di hutan kota di kawasan Kandi” ungkap Zohirin.

“Kamipun mendorong pengembangan budidaya lebah khususnya galo-galo ini dapat teralokasikan di pemerintahan desa melalu dana desa. Sehingga melalui lebah madu ini dapat menggerakkan perekonomian mulai dari tingkat bawah” tambahnya.

Sejalan hal tersebut, ketua komisi II DPRD Kota Sawahlunto, H. Afdal, S.Si.,A.Pt menjelaskan mengenai kondisi dan bentang alam kota Sawahlunto yang mendukung untuk pengambangan usaha masyarakat berbasis komoditi hutan. “Kota kami ini dikenal sebagai kota kuali yang mana sejarahnya merupakan areal tambang batu bara terbesar di Indonesia pada zamannya. Saat ini areal bekas tambang yang menjalani reklamasi sekitar 393 Ha ditanami dengan jenis akasia yang memiliki potensi sebagai sumber pakan lebah untuk nektarnya” ujar Afdal.

Selanjutnya, dikemas dalam konsep diseminasi peneliti menyampaikan mengenai progres dan capaian kegiatan yang ada. Mereka yang tampil meliputi:

  • Dr. Agus Wahyudi,S.Hut,M.Si yang memaparkan mengenai potensi dan diversifikasi tanaman potensial serat dari hutan alam.
  • Avry Pribadi,S.Si,M.Sc menyampaikan terkait sebaran jenis, potensi dan pengelolaan budidaya perlebahan di provinsi Riau.
  • Opik Taupik Akbar,S.Hut dengan materi diversifikasi produk perlebahan.

Antusiasme terlihat dengan diskusi dua arah antara pemapar dengan rombongan walau dalam suasana menerapkan protokol kesehatan. Penekanan yang dapat diintisarikan dari dialog yang terjadi adalah pentingnya peran pengambil kebijakan dalam mengatur dan mengarahkan kelembagaan masyarakat yang bergerak dibidang hasil hutan bukan kayu.

Lebih lanjut juga perlu diantisipasi mengenai perbanyakan koloni yang tidak mengandalkan dari perburuan sehingga tekanan terhadap lingkungan dapat diantisipasi hingga jaminan tata niaga sebagai konsekuensi logis atas hukum ekonomi yang berjalan. Kedepanya lembaga legislasi ini sudah mulai memikirkan konsep pemanfaatan alam dengan pertimbangan daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Setelah rehat, rombongan diajak berkeliling di beberapa spot wisata ilmiah yang menjadi program revitalisasi arboretum BP2TSTH. Diskusi teknis dalam atmosfer transfer knowledge sangat kental terasa saat rombongan meninjau spot eco bee park, taman trigona dan di galeri inovasi.

Menutup kegiatan kunjungan kerja ini perwakilan diberi kesempatan untuk mencicipi madu kelulut langsung dari sarangnya. Ada kesan akrab yang dapat ditangkap pada rangkaian kegiatan kali ini dimana para pejabat maupun jajaran manajemen BP2TSTH berinteaksi tanpa sungkan. Semoga apa yang dihasilkan oleh tim peneliti litbang secara umum dan BP2TSTH khususnya mampu menjadi alternatif solusi untuk memecahkan persoalan daerah.** Eko Sutrisno



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook