PT. Semen Padang Unit Dumai Gandeng BP2TSTH Atasi Polusi Udara
PT. Semen Padang Unit Dumai Gandeng BP2TSTH

By Sutomo Dardi 25 Agu 2020, 08:52:41 WIBKERJASAMA

PT. Semen Padang Unit Dumai Gandeng BP2TSTH Atasi Polusi Udara

Keterangan Gambar :


FORDA [Agustus 2020]_Tim Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) mengunjungi Packing Plant Dumai PT. Semen Padang di Kelurahan Bangsalaceh, Kecamatan Sungai Sembilan, Kotamadya Dumai, Provinsi Riau pada hari Selasa, 18 Agustus 2020.

Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi, S.Hut, MP., yang didampingi oleh Eka Novriyanti, S.Hut, M.Si, Ph.D dan Dodi Frianto, SP, M.Si mewakili tim peneliti. Kunjungan ini dilakukan sebagai tindak lanjut inisiasi rencana kerjasama PT. Semen Padang dengan BP2TSTH dalam penghijauan di area mangrove dan pembangunan taman kehati di areal PT. Semen Padang.

Kunjungan disambut langsung oleh Palman selaku Senior Manager Packing Unit of Dumai Plant, Junaidi Johor sebagai Manager of Dumai Plant  maintenance beserta Enrizaldi yang menjabat sebagai Jr. Dumai General, HR & SHE Officer.

Pertemuan berlanjut dengan diskusi mengenai kondisi areal PT. Semen Padang yang membutuhkan penghijauan dan kemungkinan rencana pengembangan Packing Plant Unit Dumai. Setelahnya, tim diajak menilik langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi aktual di lapangan agar rencana penghijauan di areal PT. Semen Padang dapat dibuat lebih matang berdasarkan hasil identifikasi masalah pada kesempatan ini.

Tim dari BP2TSTH yang dipimpin kepala BP2TSTH mengkonfirmasi kondisi dan kebutuhan penghijauan yang diperlukan oleh Packing Plant. “Penghijauan yang akan dilakukan di area packing plant harus disesuaikan dengan karakteristik yang ada saat ini. Hal tersebut terkait dengan jenis, karakteristik dan kesesuaian habitusnya nanti” ungkap Priyo disela-sela kunjungan.

Lebih lanjut Priyo mengatakan bahwa konsep awal penghijaun yaitu untuk menyerap polutan debu dan mengurangi polusi udara disekitar wilayah pabrik dan desa sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Palman memaparkan kondisi pabrik yang sudah sering dihimbau saat assessment dari pihak KLHK untuk melakukan penghijauan di arealnya. “Kondisi Packing Plant PT. Semen Padang di Dumai ini memiliki luasan kurang lebih 10 Ha yang didominasi oleh rawa pasang surut. Saat ini silo pengolahannya dikelola oleh 27 orang staff termasuk manajerial, beserta 109 orang staff outsourcing” ujarnya menjelaskan.

“Ada rencana pengembangan produksi dengan pembangunan silo baru, namun area yang ada saat ini berupa lahan rawa kosong dan menjadi target program penghijauan” tambahnya menimpali. 

Kendala lain yang dihadapi oleh Packing Plant PT. Semen Padang unit Dumai ini dimana  terdapat pertentangan antara himbauan pemeriksa dengan SOP dari International Ship and Port Facility Security (ISPS). “Pihak pemeriksa menghimbau untuk menghijaukan areal pasang surut dari pabrik yang kosong dari vegetasi, namun merunut pada SOP dari ISPS yang mengharuskan tidak adanya hambatan pandangan dari darat ke lepas pantai di sepanjang areal pelabuhan” ungkap Enrizaldi melengkapi.

Selain itu, dilansir dari media online pada Januari 2020 (www.seriau.com) menyampaikan keluhan masyarakat terhadap aktifitas pabrik semen yang mencemari udara diareal pemukiman mereka. Selanjutnya ditanggapi oleh pihak manajemen yang diwakili oleh Kepala Unit Humas  dan Kesekretariatan PT Semen Padang mengenai komitmen perusahaan untuk memperbaiki fasilitas produksi agar debu tidak beterbangan yang menyebabkan pencemaran udara. Keterangan ini diinformasikan melalui media online (www.riau.antaranews.com) selang beberapa hari terbitnya keluhan masyarakat di sekitar Packing Plant PT Semen Padang Unit Dumai. 

Hasil kunjungan tim BP2TSTH ke lokasi, terlihat bahwa bagian pantai sebelum area pasang surut telah diturap dengan batu-batu untuk menghindari erosi serta beberapa jenis pohon juga telah ditanam di bagian dalam jalur pengawasan pantai.

Di area pasang surut terlihat sudah terdapat beberapa tanaman mangrove dari jenis Soneratia sp. dan Avicenia sp. Di sekitaran areal pabrik juga dapat ditemukan tanaman pohon trembesi (Samanea saman) dan beberapa jenis tanaman hias.

Selain itu, diperoleh informasi lain dari pihak pengelola pabrik yang mana terdapat tiga blok areal yang dapat didesain untuk area penghijauan dengan tetap memperhatikan SOP keamanan kerja di areal pabrik.

Secara detail, Dodi Frianto,SP,M.Si memaparkan peta citra areal pabrik yang direncanakan  sebagai blok penghijauan dengan kisaran luas sekitar 3 Ha. “Dominasi areal pasang surut yang terpengaruh pasang surut harian air asin dan payau menjadi prioritas penanaman nantinya” ujar pria kelahiran Sumatera Barat ini.

 Melengkapi paparan rencana teknis penghijauan, Eka Novriyanti,S.Hut,M.Si,Ph.D menekankan pentingnya informasi terkait jenis dan tipe struksur tanah calon lokasi penghijauan.

“Diperlukan data base yang lengkap dan informasi yang akurat terkait tapak tumbuh calon lokasi penghijauan. Keterkaitannya secara teknis terhadap pemilihan jenis tanaman dan kemungkinan perlakuan yang tepat untuk  mencapai persentase tumbuh yang optimal dan keberhasilan kegiatan penghijauan” tukas peneliti yang mendalami ekofisiologi tanaman hingga ke Jepang ini.

“Jenis tumbuhan asli setempat seperti bakau dan nipah merupakan prioritas dalam penghijauan ini namun tidak tertutup jenis lain sebagai pelengkap dengan tetap memperhatikan perbaikan tata air, ameliorasi-nya dan kemampuannya menyerap polutan udara” ucap Eka menekankan. 

Secara umum desain kegiatan penghijauan nantinya dapat diarahkan untuk membangun koleksi keragaman hayati mangrove di area produksi unit Dumai. Hal ini sejalan dengan rencana pembangunan taman kehati tumbuhan langka Sumatera pada areal PT. Semen Padang di Indarung, Sumatera Barat.

Pihak BP2TSTH mengharapkan dalam waktu dekat payung hukum kerjasama ini dapat terealisasikan. Sehingga tahapan selanjutnya untuk membuat desain rencana penghijauan sebagai solusi mengatasi polusi udara dan taman kehati dapat didiskusikan secara konseptual berserta teknisnya. Kolaborasi guna menjaga dan melestarikan ekosistem bukan lagi sebatas seremonial melainkan tuntutan penyebarluasan hasil riset secara nyata dan berdampak. **EN & DF



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook