Sinergikan Program "Ocu Mapan", Dinas Ketahanan Pangan Kampar Gandeng Litbang Kuok
“Pencanangan program “ocu mapan”

By Sutomo Dardi 20 Jul 2020, 10:35:23 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Sinergikan Program "Ocu Mapan", Dinas Ketahanan Pangan Kampar Gandeng Litbang Kuok

Keterangan Gambar :


Kuok (Juli 2020)_Dalam rangka penjajakan sinergi dan mensukseskan program “Ocu Mapan”, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Kampar menyambangi kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH), Kamis (16/07/20).

Rombongan dipimpin langsung Oleh, Kepala Dinas, Ir. H. Cokroaminoto, MM beserta jajarannya.

“Kunjungan kami ke litbang kuok ini dalam rangka silaturahmi dan sharing program ocu mapan ke satker-satker yang mempunyai iptek budidaya komoditi yang berpotensi dikembangkan pada ocu mapan” ucap Cokro

Istilah Ocu Mapan diambil dari Bahasa Ocu. Dia memaparkan bahwa Ocu Mapan merupakan akronim dari Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan,” ungkap Cokro

"Ocu Mapan dengan pengertian optimalisasi terdiri dari optimalisasi lahan yaitu lahan pekarangan, lahan sekitar pekarangan, lahan tidur lahan kering, lahan di sela-sela perkebunan, lahan sawah serta potensi lahan untuk kolam dan usaha peternakan," jelas Cokro.

Perlu diketahui bahwa Ocu Mapan merupakan program yaang telah dicanangkan oleh Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH, yang diharapkan mampu mengangkat ekonomi masyarakat, dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dan memberikan dampak positif khususnya ekonomi di Kabupaten Kampar

BP2TH Kuok sebagai salah satu satuan kerja (satker) pemerintah pusat yang berlokasi di daerah, maka sedikit banyaknya harus berkontribusi pada program-program daerah. Hal ini yang melatar belakangi BP2TSTH mengambil sikap untuk berperan pada program unggulan daerah tersebut.

Priyo Kusumedi,S.Hut, MP selaku Kepala BP2TSTH menerangkan “Kami siap mendukung, mensinergikan kegiatan, dan bereaksi guna percepatan realisasi program tersebut dengan potensi dan produk hasil litbang yang telah kami hasilkan yang tentunya telah siap di-release ke masyarakat” ungkap Priyo.

“Kolaborasi ini dapat terwujud melalui pengembangan budidaya lebah kelulut, kelor dan kayu putih melalui skema pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraaannya “ tambah pria yang memulai karir sebagai peneliti ini.

Senada hal tersebut, Herry Kurniawan,S.Hut,M.Sc sebagai ketua tim yang sedang meneliti komoditi kelor menyebutkan “kelor ini merupakan pohon dengan dengan sejuta manfaat, kandungan gizinya sangat baik untuk kecukupan gizi balita hingga lansia” ucap Herry di laman facebook miliknya (@Herry Kurniawan).

Dilansir dari website dinas ketahanan pangan Kampar, program ini merangkul potensi pertanian, perkebunan hingga perikanan sebagai potensi yang sudah berjalan di Kabupaten Kampar.

Pelaksanaan program tersebut disisipkan pada program kerja Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) melalui pembentukan Kelompok Tani Wanita (KTW). Keberhasilan program ini pada beberapa contoh KTW yang ada telah mewujudkan intensifikasi lahan dan diversifikasi melalui ketahanan pangan keluarga secara mandiri.

Kolaborasi antar lembaga pemerintah seyogyanya berjalan seiring pencangan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Bermacam skema dapat ditempuh mengacu pada potensi masing-masing institusi. Konsep saling melengkapi adalah hal fundamental sebagai upaya sinergitas sebagai wujud tanggung jawab moril atas penggunaan anggaran negara yang berasal dari uang rakyat. **ESR

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook