Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kawasan Pantai Tanjung Bara, Kutai Timur, Kaltim

By balihut 27 Mar 2017, 04:55:22 WIB

Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kawasan Pantai Tanjung Bara, Kutai Timur, Kaltim

Keterangan Gambar :


P3H (Bogor, 07/04/2016)_Pemanfaatan kawasan mangrove untuk dikembangkan menjadi salah satu kawasan ekowisata merupakan alternatif pemanfaatan yang sangat rasional diterapkan di kawasan pesisir (pantai) karena dapat memberi manfaat ekonomis dan jasa lingkungan. Hal ini diungkapkan Endang Karlina, peneliti Badan Litbang Inovasi (BLI), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Volume 12 Nomor 2 Tahun 2015.

Dalam artikelnya, Endang mengatakan, kawasan mangrove di Pantai Tanjung Bara memiliki potensi keaslian, keindahan, kenyamanan, kebersihan dan keamanan untuk dapat dikembangkan sebagai kawasan ekowisata dan menjadi salah satu daerah tujuan obyek wisata alam masyarakat Kutai Timur dan sekitarnya. “Pada satu sisi, kawasan mangrove di Pantai Tanjung Bara mempunyai peluang untuk dikembangkan menjadi obyek daya tarik ekowisata, namun pada sisi yang lain kawasan mangrove juga berfungsi sebagai buffer kawasan pertambangan PT. Kaltim Prima Coal (KPC) sebagai Obyek Vital Nasional (OBVITNAS) yang tetap memerlukan kawasan konservatif untuk menjaga eksistensi kawasan,” ungkap Endang.

Berdasarkan potensi kawasan mangrove tersebut, Endang dan tim telah melakukan penelitian untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal dalam pengembangan ekowisata mangrove. Hal ini meliputi faktor kekuatan (strength), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities) dan ancaman (threats) sehingga mendapatkan rumusan strategi pengembangan ekowisata Pantai Tanjung Bara secara berkelanjutan. Beberapa rekomendasi strategi pengembangan kawasan ekowisata mangrove di Pantai Tanjung Bara yang dapat dilakukan, diantaranya mengembangkan produk ekowisata minat khusus mangrove; meningkatkan fasilitas dan sarana ekowisata mangrove; meningkatkan mutu sumberdaya manusia; membuat jejaring website ekowisata mangrove; dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Timur terkait pengawasan terhadap kelestarian dan kebersihan kawasan mangrove.

Perlu diketahui, sesuai dengan kebijakan Pemerintah Daerah Kutai Timur, kawasan mangrove di Pantai Tanjung Bara merupakan salah satu kawasan pengembangan wilayah dalam konteks pemanfaatan ruang bagi kegiatan pariwisata daerah. “Pengembangan ekowisata di kawasan mangrove Pantai Tanjung Bara merupakan rencana pengelolaan kawasan pasca tambang setelah masa konsesi pertambangan berakhir tahun 2021,” ungkap Endang.***

Sumber berita: http://www.forda-mof.org/berita/post/2628



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 3 Komentar untuk Berita Ini

  1. alam 20 Apr 2017, 08:18:58 WIB

    oke

    Jasa SEO Master dan Pakar SEO Indonesia 14 Jun 2017, 07:40:20 WIB

    Makin indah saja Pantai Tanjung Bara, semoga tambah ramai para pelancong ke sini

    http://jasaseo.bitballoon.com/ | http://jasaseo.getforge.io/

    Pakar SEO Indonesia 15 Jun 2017, 22:59:55 WIB

    Terima kasih atas berita ekowista mangrovenya, sangat banyak manfaatnya pak
    Salam kami : http://nofilmschool.com/u/seo

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • alat tulis kantor

    Saya pikir hari lingkungan hidup ini harus dijadikan hari libur nasional supaya semua ...

    View Article
  • alat tulis berkualitas

    Saya ucapkan selamat atas nota kesepahaman yang telah disepakati bersama semoga hal ...

    View Article
  • Pakar SEO

    Artikel dan informasi yang bagus sekali, salam hangat dari kami ...

    View Article
  • Jasa SEO Jakarta

    Have you ever thought about publishing an e-book or guest authoring on other ...

    View Article