Tingkatkan Kapasitas KTH Binaan, BTNBT Gandeng BP2TSTH
Tingkatkan Kapasitas KTH Binaan

By Sutomo Dardi 22 Nov 2019, 16:28:50 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Tingkatkan Kapasitas KTH Binaan, BTNBT Gandeng BP2TSTH

Keterangan Gambar : Foto bersama camat kemuning beserta staf.


BP2TSTH (Kemuning, 15/11)_Dalam rangka meningkatkan kapasitas tani hutan (KTH)  binaan Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (BTNBT) gandeng Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) untuk melakukan pelatihan mengenai budidaya lebah madu kelulut (Trigona sp) selama 11 hari mulai tanggal 3- 13 November 2019 kepada 4 KTH yang ada disekitar TNBT.

Peningkatan kapasitas KTH dilaksanakan pada zona pemanfaatan yang mencakup empat KTH yaitu 1)  KTH Tunas harapan di Desa Rantau Langsat, Kecamatan  Batang Gansal, Kab. Indragiri Hulu., 2) KTH Bina Tani Sejahtera di Desa Keritang, Kec. Kemuning, Kab. Indragiri Hilir, 3) 3. KTH Tunggal Warga di Kelurahan Selensen,  Kec.  Kemuning, Kab. Indragiri Hilir, dan 4) KTH Jelemu Bengayuan, Dusun Bengayuan, Desa Rantau Langsat,  Kec. Batang Gansal, Kab. Indragiri Hulu. Keseluruhan KTH tersebut masuk kedalam binaan BTNBT dari Resort Siambul dan Resort Keritang dengan rerata anggota berjumlah kurang lebih 20 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat yang tergabung didalam Kelompok Tani Hutan (KTH) dan untuk mengedukasi masyarakat di sekitar kawasan TNBT. Berkonsep peningkatan kualitas dan kapasitas KTH binaan, masyarakat diberikan pemahaman teknis budidaya lebah tingkat menengah. Kurikulum yang dijalankan terfokus pada penanganan pasca panen, strategi marketing hingga diversivifikasi produk perlebahan.

Tim perlebahan dari BP2TSTH yang diwakili oleh Avry Pribadi,S.Si, M.Sc dan  Michael Daru Enggar Wiratmoko,S.Hut menyampaikan mengenai keterampilan budidaya lebah tanpa sengat (stingless bee) dari jenis Trigona itama. Kegiatan ini berjalan selama sebelas hari yang meliputi tatap muka teori dan praktek untuk empat KTH di beberapa dusun.

Disela kegiatan, Avry menegaskan bahwa “kegiatan tahun ini adalah rangkaian dari kerjasama BP2TSTH dengan BTNBT beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya telah kita beri materi teknis budidaya lebah tingkat pemula sehingga tahun ini dilanjutkan untuk tingkat terampil” ujar pria yang menekuni entomologi hingga ke Georgia ini.

Perlebahan merupakan salah satu komoditi hasil hutan bukan kayu yang sudah tidak asing lagi bagi praktisi dibidang kehutanan. Hal ini yang menjadi daya tarik bagi pengelola kawasan BTNBT khususnya pada zona pemanfaatan. Kepala BTNBT, Fifin Arfiana Jogasara,S.Hut,M.Si menyampaikan bahwa “kerjasama ini layak dan masih akan terus kita lakukan untuk dikembangkan di zona yang terdapat masyarakat di dalamnya. Lebah madu merupakan salah satunya saja, disamping itu kita juga tengah bermitra untuk komoditi rotan klukup dan pembangunan mikrohidro. Namun yang menarik adalah apa yang kita sampaikan mengenai perlebahan ini adalah hasil kegiatan litbang sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk menyampaikan hasil riset ini agar berdaya guna dan aplikatif” ujarnya penuh antusias.

Penerapan hasil kegiatan litbang diharapkan akan lebih cepat menunjukkan hasil hal tersebut dengan pertimbangan bahwa apa yang didiseminasikan adalah hasil yang telah dilakukan secara factual walaupun itu berbasis laboratorium. Harapan terbesar masyarakat tentunya hasil kegiatan ini akan berdampak pada kegiatan mata pencaharian mereka. Hal ini tersirat dalam sambutan dan arahan camat Kemuning (Drs. Azwir Zarmi MH) pada saat pembukaan kegiatan. “Kami menyambut baik kegiatan yang merupakan kolaborasi instansi pemerintah yang ditujukan untuk masyarakat, kami masih berharap dengan adanya kegiatan bersama ini masyarakat akan semakin paham bahwasanya program pemerintah berbasis lingkungan hidup dan kehutanan ditujukan untuk memberdayakan masyarakat” pungkasnya.

Begitu banyak stakeholder yang menantikan terobosan iptek yang berdaya guna untuk diaplikasikan dimasyarakat. Tantangan ini sudah menjadi trendsetter oleh pada peneliti dan akademisi semenjak diberlakukannya Undang-undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Tahun 2019 yang mengamanatkan untuk bermitra*** (ES & MDE).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook