Back to homepage

Sejarah Instansi

Sejarah Instansi

 

Pada awalnya Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (BPTSTH) Kuok merupakan Stasiun Penelitian dan Pengembangan Lebah Madu yang dibangun oleh PT. Caltex pada tahun 1984. Pada tahun 1985, Stasiun ini dihibahkan ke Pemerintah Daerah Tingkat I Propinsi Riau dan kemudian diserahkan ke Dinas Kehutanan dengan nama Proyek Penelitian dan Pengembangan Lebah Madu. Pada Tahun 1986 diserahkan ke Badan Litbang Kehutanan dengan 
nama Unit Sarana Penelitian Kehutanan Kuok dan mulai menyelenggarakan  proyek penelitian yang berkaitan dengan perlebahan

Secara struktural pada tahun 1992 dilimpahkan  pengelolaanya ke Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar (SUMUT) dengan nama Unit Sarana Penelitian Kehutanan (USPK) Kuok. Sejak tahun 1998 Seksi Sarana dan Prasarana Balai Penelitian Kehutanan Kuok telah dipindahkan ke Pematang Siantar  dan pada saat yang sama USPK di Kuok diberi nama Wanariset II Kuok yang dikepalai seorang koordinator, sebagai penanggung jawab, baik terhadap urusan rutin maupun Litbang, baik yang berkaitan dengan perlebahan maupun bidang lain seperti persuteraan alam, rehabilitasi lahan kritis dan rehabilitasi hutan rawa gambut

Selanjutnya, Stasiun Wanariset berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 6177/KPTS-II/2002 tanggal 10 Juni 2002 ditetapkan sebagai Loka Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu Kuok-Riau dan tanggal 9 Desember 2003  disempurnakan dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 415/Kpts-II/2003. Baru pada tahun 2006 sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.44/Menhut-II/2006 tanggal 22 Juni 2006 ditetapkan menjadi Balai Penelitian Hutan Penghasil Serat. Pada Tahun 2011 sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.33/Menhut-II/2011 tanggal 20 April 2011 ditetapkan Menjadi Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan dengan core research melaksanakan penelitian terkait teknologi serat tanaman hutan dan penugasan lainnya dari Badan Litbang Kehutanan. Pada Tanggal 10 Pebruari 2016 nama Balai berubah menjadi Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan sesuai Permen LHK   Nomor: P20/Menlhk/Setjen/OTL.0/1/2016 tanggal 10 Pebruari 2016 dengan core research sama namun ditambahkan tugas pengembangan terhadap hasil penelitian.