ESENSI KELOR UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK

By Sutomo Dardi 07 Okt 2021, 15:53:32 WIBBERITA LITBANG & INNASI

ESENSI KELOR UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK

Keterangan Gambar : Bahan -bahan dan Produk dari daun Kelor. Dokumentasi : Aryodamar Muhammad Jati


  • Mengenal kelor

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tumbuhan yang awalnya hanya ditemukan di Timur Tengah dan di negara-negara Afrika dan Asia, tetapi karena daya adaptasinya yang tinggi, moringa menyebar hingga ke daerah tropis dan subtropis. Daya adaptasi tumbuhan jenis ini mampu tumbuh dan berkembang pada kondisi panas yang ekstrim. Kelor yang diklasifikasikan ke dalam tanaman legum ini mempunyai karateristik cepat tumbuh . Kelor dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 6-12 meter dengan waktu pembungaan sepanjang tahun.

Seluruh bagian pohon kelor baik itu daun, biji dan akar layak dikonsumsi oleh manusia maupun hewan. Secara umum bagian yang sering dimanfaatkan  adalah daun kelor. Daun mengandung protein, mineral, karoten dan senyawa antioksidan. Selanjutnya biji kelor dapat menghasilkan minyak. Setelah proses ektraksi minyak kelor, ampasnya dari proses ekstraksi dapat dimanfaatkan sebagai koagulan untuk penanganan limbah air atau sebagai pupuk organik (Leone, 2016). Namun secara umum, pemanfaatan kelor di Indonesia saat ini masih tergolong rendah.

  • Hasil penelitian terhadap kandungan kelor

Kelor memiliki julukan sebagai The Tree For Life dan The Miracle Tree. Julukan tersebut muncul karena kelor dapat memberikan manfaat yang sangat banyak terhadap makhluk hidup. Isnan (2017) melaporkan kandungan esensial dari kelor dapat ditemukan pada hampir seluruh bagian tubuhnya. Selain mengandung minyak, biji kelor mengandung protein, karbohidrat, serat dan nutrisi lainnya. Benih kelor yang telah dipisahkan dengan lemaknya dapat menyediakan sumber asupan protein yang ekonomis dan dapat digunakan sebagai suplemen makanan untuk diet tradisional. Benih kelor diketahui memiliki kandungan metionin dan sistein yang tinggi setara susu dan telur.

  • Diversifikasi produk kelor

Besarnya nilai manfaat dari tumbuhan kelor ini menjadikannya sebagai salah satu bahan dasar yang berpotensi untuk terus dilakukan diversifikasi produk turunannya. Tumbuhan kelor di berbagai belahan dunia sudah mengalami berbagai diversifikasi produk seperti campuran bahan makanan untuk pelengkap nutrisi, obat herbal, produk kecantikan hingga sebagai bahan alternatif dari biodiesel.

Sampai saat ini diversifikasi produk kelor yang dapat ditemukan di pasaran Indonesia pada umumnya berupa olahan dalam bentuk tepung sebagai campuran makanan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian tubuh. Diversifikasi produk turunan kelor dapat dibuat menjadi teh kelor, aneka panganan dan camilan serta produk kecantikan (sabun, lulur, pelembab kulit kering maupun masker).

  • Pemberdayaan masyarakat dalam diversifikasi produk kelor

Keberadaan kelor di pekarangan selain menjadi alternatif pemenuhan gizi keluarga juga dapat membuka peluang ekonomi. Hal ini bisa didapatkan melalui kegiatan budidaya kelor dengan konsep agroforestri. Konsep tersebut  menerapkan pola penanaman tumpang sari antara kelor dengan tumbuhan lainnya. Pemilihan jenis tanaman yang akan ditumpang sarikan tentunya dari jenis yang bernilai ekonomi juga dan tidak saling berkompetisi dalam nutrisi nantinya.

Untuk lahan budidaya yang cukup luas, kelor dapat dipadu padankan dengan jenis polong polongan seperti kacang tanah dan kedelai. Untuk lahan yang luas dapat diterapkan oleh kelompok tani sebagai konsep pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan ini dapat memberi manfaat yang nyata pada masyarakat. Selain berproduksi untuk asupan gizi rumah tangga, kelor dapat dijual untuk pendapatan tambahan keluarga. Lebih lanjut, masyarakat mendapatkan dua manfaat yaitu manfaat kesehatan dan manfaat sosial ekonomi. Pengolahan produk kelor dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat ditengah kondisi pandemi dan kebutuhan hidup yang semakin meningkat.

Esensi yang terkandung didalam kelor tidak hanya mendatangkan manfaat kesehatan saja seperti yang kita kenal selama ini, tetapi juga dapat berdampak secara sosial ekonomi. Penguasaan teknologi budidaya dan teknologi pengolahan kelor merupakan paket lengkap dalam berproduksi. Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas dan produksi diperlukan strategi pemasaran. Kehadiran kelor sebagai komoditi sumber nutrisi akan membantu ketahanan pangan.***AMJ

Diskusi teknis lebih lanjut dapat menghubungi:

damarjatiaryo@yahoo.com 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook