FGD Identifikasi Standar Instrumen LHK Wilayah Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan Kepulauan Riau

By Sutomo Dardi 01 Des 2021, 14:37:19 WIBBERITA LITBANG & INNASI

FGD Identifikasi Standar Instrumen LHK Wilayah Riau, Sumatera Barat, Jambi, dan Kepulauan Riau

Keterangan Gambar :


Pekanbaru (25-26/11/2021) Dalam rangka menyelaraskan kegiatan identifikasi/pemetaan standar instrumen LHK, Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tema Identifikasi Standar Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lingkup Provinsi Riau, Sumatera Barat, Jambi dan Kepulauan Riau. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 (dua) hari yaitu 25 – 26 November 2021, dilaksanakan secara hybrid, faktual dan virtual. Faktual dilaksanakan di Hotel The Premiere Pekanbaru dengan tetap menerapkan protokol COVID-19, sedangkan virtual dilaksanakan melalui Zoom meeting. 

Dalam arahannya, Priyo Kusumedi, S.Hut., M.P. menyebutkan bahwa tujuan diadakannya kegiatan FGD ini adalah untuk  (1) Melaksanakan pemetaan pelaku usaha sasaran implementasi standar, (2) Melaksanakan pemetaan standar instrumen LHK, (3) Melaksanakan identifikasi kebutuhan standar instrumen LHK, serta (4) Melaksanakan identifikasi permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam implementasi SILHK. Kegiatan FGD ini dilakukan dalam bentuk pemberian materi oleh narasumber dan dilanjutkan dengan diskusi. Ada 2 (dua) tema yang diangkat dalam FGD ini. Untuk hari pertama, tema yang diangkat adalah Standardisasi Pemanfaatan Hutan. Sedangkan tema hari kedua yaitu Standardisasi Pengelolaan Kualitas Lingkungan Hidup.  

Secara simbolis, kegiatan ini dibuka oleh Plt. Sekretaris Badan Standardisasi Instrumen LHK, Dr. Nur Sumedi, S.Pi., M.P.(secara virtual). Dalam arahannya, Nur Sumedi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk dukungan terlaksananya fungsi BSILHK yakni tidak hanya pembangunan standar, namun juga memastikan standar yang telah dibangun tersebut diimplementasikan oleh para pelaku LHK, melakukan evaluasi kinerja implementasi standar, dan melakukan koreksi implementasi standar yang merupakan formasi perwujudan sains yang nyata dan operasional untuk menjaga bumi, air, dan kekayaan alam, serta memajukan Indonesia.

“BSI LHK merupakan paradigma baru dalam tata kelola LHK menjamin keberlanjutan sumber daya alam, ekonomi, dan keberlanjutan sosial. Pembentukan BSI LHK ini diharapkan dapat membangun standar sebagai instrumen penyederhanaan proses perijinan berusaha dan investasi LHK. Kegiatan FGD ini diharapkan akan terjalin koordinasi dan komunikasi yang baik bagi semua pihak dalam menyikapi permasalahan pembangunan LHK, khususnya dalam hal standardisasi instrumen sesuai dengan Permen LHK No.3 Tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor LHK” ujarnya. 

Selaras dengan hal tersebut, Kepala Dinas LHK Prov. Riau, Dr. Ir. Mamun Murod, MH. juga menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini. “Kami menyambut baik diselenggarakannya FGD ini sebagai forum para pihak untuk merumuskan standar instrument LHK, yang diharapkan mampu mendorong pengelolaan sumber daya lingkungan hidup dan kehutanan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Forum ini merupakan tahapan penting untuk mewujudkan tata kelola LHK yang semakin baik, guna menjawab berbagai isu LHK agar kualitas lingkungan hidup kita semakin baik” ujarnya. 

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan foto bersama, kemudian dilanjutkan dengan diskusi panel yang terdiri dari 2 (dua) sesi. Hadir sebagai narasumber pada diskusi panel sesi 1, Ir. Ali Teddy Iskandar Ismail dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada sesi ini beliau memaparkan tentang Profil dan Sebaran Pelaku Usaha Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi Riau. Dan sebagai narasumber kedua, Dr. Budi Tjahjono dari PT. Arara Abadi – Sinarmas Forestry yang membahas tentang Permasalahan dan Tantangan Pelaku Usaha dalam Implementasi Standar Instrumen LHK.

Selanjutnya, kegiatan diskusi panel sesi 2 dilanjutkan dengan menghadirkan narasumber, Gunawan, S.Hut., M.Si. dari Balai Besar KSDA Riau yang memaparkan Profil, Sebaran dan Dampak Usaha Kehutanan terhadap Kawasan Konservasi. Dan secara virtual hadir pula Bapak Yudi Harisman dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah I Palembang dengan topic bahasan Profil dan Sebaran Pelaku Usaha Peredaran Benih dan Bibit Tanaman Hutan.  



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook