Pemanfaatan Buah Jamblang Sebagai Olahan Pangan

By Sutomo Dardi 08 Okt 2021, 16:26:55 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Pemanfaatan Buah Jamblang Sebagai Olahan Pangan

Keterangan Gambar : Sirup Jamblang dan Proses Pembuatannya . Documantasi : Ardhan


Syzygium cumini L atau yang oleh masyarakat lokal Indonesia dikenal sebagai tanaman jamblang, merupakan salah satu buah dari keluarga jambu-jambuan yang belum optimal pemanfaatannya. Saat ini fakta empirik menunjukkan tanaman ini sudah mulai sulit ditemukan. Pada zaman dahulu, buah ini banyak ditemukan di sekitar rumah terutama di daerah pedesaan. Jamblang sendiri merupakan nama panggilan buah yang diberikan oleh masyarakat daerah Jawa Barat. Sementara di daerah-daerah lain buah ini memiliki nama panggilan yang berbeda. Sebagai contoh, daerah Jawa Tengah mengenal buah jamblang dengan nama buah duwet. Di Makasar, buah ini terkenal dengan nama panggilan rapo-rapo sedangkan untuk di Riau disebut sebagai jambu koliong.

Karakteristik Buah Jamblang

Buah jamblang masih termasuk dalam golongan buah jambu. Pohon buah jamblang dapat tumbuh hingga setinggi 20 meter. Batangnya tergolong kayu keras . Biasanya batang buah jamblang yang sudah berumur dianggap sudah tidak produktif. Kemudian pohon ini ditebang dan dijadikan kayu bangunan ataupun sekadar kayu bakar. Daun buah jamblang berbentuk agak bundar dan memilik tulang daun yang menyirip.

Ketika pohon jamblang berbunga, bunganya memiliki aroma yang relatif harum. Setiap tangkai umumnya terdapat empat hingga delapan kuntum bunga. Bunga-bunga pada pohon jamblang ini akan banyak menarik hewan seperti kupu-kupu, lebah, hingga lalat guna membantu penyerbukannya.

Serangga seperti kupu-kupu dan lebah sangat membantu dalam proses penyerbukan bunga jamblang ini. Lantas, buahnya sendiri seperti apa sebenarnya? Buah jamblang berbentuk kecil dan agak lonjong. Ketika masih muda, buah jamblang berwarna hijau. Sementara ketika sudah tua, buah jamblang akan berwarna merah kehitaman, tak jarang juga berwarna ungu kehitam-hitaman.  Buah jamblang lazimnya akan bergerombol di tangkai-tangkai batang. Buah jamblang rata-rata berbiji tunggal dan diselimuti oleh daging buahnya.

Di bagian luar, kulit buahnya termasuk tipis dan licin, serta terlihat mengkilap. Daging buah jamblang pada umumnya berwarna putih ataupun merah keunguan. Buah jamblang yang sudah tua apabila dimakan akan berasa manis asam ataupun manis sepat. Dagingnya bertekstur agak lembek ketika sudah tua dan mengandung sari buah yang banyak.

Hama dan Penyakit

Tanaman jamblang pada umumnya tidak memiliki hama dan penyakit serius yang dapat menyerang. Hanya saja, sering ditemukan ulat yang menempel pada pohon jamblang. Ulat ini biasanya akan menyerang daun tanaman jamblang. Meskipun demikian, hal ini tidak akan memengaruhi produktivitas buah jamblang. Penanganan secara kimiawi tidak diperlukan. Cukup memberantas secara manual dengan membunuh ulat satu per satu jika populasinya sudah diatas ambang batas dan aktifitasnya mulai mengganggu.

Selain ulat, binatang yang sering ditemukan pada tanaman jamblang adalah beberapa jenis burung yang memiliki kegemaran makan buah-buahan, misalnya burung kutilang. Beberapa jenis burung justru menguntungkan bagi tanaman jamblang karena memakan ulat.

Pemanfaatan Buah Jamblang

            Menurut hasil penelitian (Halliwell dan Gutteridge, 2000) dan Widyastuti Dkk, 2021 dalam jurnal ilmiah farmasi farmasyifa didapat hasil bahwa  Buah jamblang (Syzygium cumini L.) kaya akan kandungan antioksidan, diantaranya antosianin dan vitamin C yang sangat bermanfaat untuk kesehatan. Antioksidan merupakan zat yang dapat mencegah, menunda, menghilangkan kerusakan oksidatif pada molekul target, seperti lemak, protein dan DNA. Antioksidan berfungsi mencegah kerusakan sel dan jaringan tubuh karena dalam hal ini antioksidan bertindak sebagai penangkal radikal bebas (scavenger).

            Jamblang berbuah setahun sekali dan dikarenakan kadar airnya yang tinggi maka buah ini tidak dapat disimpan untuk jangka waktu lama.  Sehingga perlu dilakukannya sebuah inovasi untuk mengawetkan dan atau pengolahan guna mempertahankan kandungan nutrisi yang ada padanya. Saat ini masyarakat sudah mulai melakukan pengolahan buah dari jamblang menjadi sirup dan selai. Selain menghasilkan inovasi, adanya produk turunan buah jamblang ini  dapat menjadi peluang ekonomi bagi si pengolah.

            Proses pengolahan  buah jamblang menjadi sirup dan selai menggunakan teknologi sederhana. Buah jamblang yang telah terkumpul dicampurkan dengan  gula fruktosa dan air mineral.  Komposisinya adalah perbandingan buah dengan air 1:2 dari hasil timbangan buah, kemudian perbandingan buah dengan gula fruktosa adalah 80:20. Selanjutnya setelah tercampur,  timbang kembali bahan-bahan tersebut namun sebelumnya berat larutan dikurangi dengan berat air mineral sebagai pelarutnya.  Langkah berikutnya adalah proses pemanasan dengan cara direbus sampai hasil rebusan memiliki berat timbang tanpa penambahan air. Tahap selanjutnya yaitu proses pendinginan, masukkan hasil rebusan dalam wadah dan letak pada tempat aman agar tidak disemuti, tutup lalu endapkan. Untuk pembuatan sirup, saring larutan buah jamblang kedalam botol kemasan. Ampas saringan yang berstruktur kental – padatan yang tertahan pada saringan dapat dijadikan sebagai selai jamblang.

            Terdapat berbagai hal yang dapat dilakukan apabila sebuah inovasi mulai diterapkan terhadap berbagai konteks potensi pemanfaatan HHBK untuk mendapatkan hasil guna meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satu contohnya dengan cara yang telah diuraikan diatas.



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook