Sabun Cuci Tangan Ekstrak Daun Sirih

By Sutomo Dardi 16 Okt 2021, 01:08:38 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Sabun Cuci Tangan Ekstrak Daun Sirih

Keterangan Gambar : sabun cuci tangan .Dokumentasi : Elvira Rahmadini


Sejak adanya pandemi virus corona, mencuci tangan dengan sabun menjadi hal yang penting untuk memutus rantai penularan virus ini. Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir diyakini para ahli dapat membunuh virus-virus yang menempel pada kulit sehingga dinilai efektif mencegah penularan. Sabun merupakan pembersih yang dibuat dengan reaksi kimia antara kalium atau natrium dengan asam lemak dari minyak nabati maupun lemak hewani. Adanya sabun antibakteri yang beredar dipasaran kebanyakan masih mengandung bahan sintetik seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS), dan triclosan yang memiliki efek negatif terhadap kulit manusia. Hal ini mendorong beralihnya penggunaan sediaan sabun dengan bahan aktif berasal dari alam yang biasa disebut dengan sabun organik.

Mencuci tangan menggunakan sabun organik yang umum dijual di pasaran biasanya sabun-sabun organik tersebut hadir dengan aroma-aroma alami yang menenangkan saraf dan otak. Namun sayangnya, harga sabun organik yang dijual ini tergolong cukup mahal. Padahal untuk pembuatan sabun organik ini dapat dibuat sendiri di rumah sehingga akan lebih ramah lingkungan pada proses produksinya. Salah satu bahan alaminya menggunakan ekstrak daun sirih.

Daun sirih termasuk salah satu herbal paling berkhasiat sebagai anti septik,  anti-inflamasi, dan pendingin kulit yang pernah dikenal manusia. Tanaman yang tumbuh menyulur dan memiliki daun lebar ini kaya akan kandungan saponin, tannin, eugenol, dan berbagai jenis minyak esensial. Kandungan-kandungan tersebut menjadikan daun sirih kaya manfaat untuk kesehatan tubuh. Kandungan antiseptik pada daun sirih dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan sabun cuci tangan. Lebih lanjut sabun ini akan berfungsi sebagai pencegah pertumbuhan dari mikroorganisme. Untuk penggunaan sabun cuci tangannya sendiri, sabun cuci tangan dalam bentuk cair lebih banyak diminati oleh masyarakat dibandingkan dengan sabun padat, karena penggunaannya yang lebih praktis, lebih hemat, tidak terkontaminasi bakteri, mudah dibawa dan mudah disimpan, tidak mudah rusak atau kotor serta penampilannya yang eksklusif.

Pembuatan sabun cair menggunakan ekstrak dari daun sirih ini menggunakan bahan-bahan seperti daun sirih, minyak jarak, minyak zaitun, minyak kelapa, larutan KOH, air, dan plastik wrap. Sedangkan alat yang digunakan adalah gelas beaker, timbangan analitik, spatula, alat magnetic stirrer. Langkah awal pembuatan sabun pencuci tangan dengan ekstrak daun sirihn ini adalah mencampurkan lye dengan air dengan perbandingan 1:1 kemudian diaduk hingga homogen. Setelah kedua bahan tersebut terlarut lalu ditempatkan di ruangan terbuka untuk percepatan proses penguapan. Selanjutnya adalah kegiatan pembuatan ekstrak daun sirih dengan cara menggunakan blender dan kemudian disaring. Setelah penyaringan hasil ekstrak daun sirih ditutup menggunakan plastik wrap dan biarkan selama satu malam sebagai proses pengendapan.

Langkah selanjutnya menimbang minyak jarak, minyak zaitun, minyak kelapa dengan formulasi tertentu ke dalam gelas beaker besar menggunakan timbangan analitik. Letakkan gelas beaker yang telah ditimbang diatas alat magnetic stirrer, kemudian alat magnetic stirrer otomatis mengaduk bahan yang ada didalam gelas beaker besar. Tunggu sampai bahan menjadi homogen dan berstektur kental. Setelah itu pindahkan kedalam gelas beaker kecil kemudian tambahkan air dan parfum. Lalu tutup menggunakan plastik wrap dan dihomogenkan kembali menggunakan alat magnetic stirrer. Sabun cair siap untuk digunakan.

Sabun cair yang telah dibuat agar bisa dipakai dan dipasarkan harus lulus pengujian mutu dan kualitasnya. Pengujian tersebut meliputi organoleptik, pH, viskositas, bobot jenis, uji kestabilan, uji homogenitas dan uji anti bakteri. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap pada bakteri gram positif (Staphylococcus aureus) dan bakteri gram negatif (Pseudomonas aeruginosa).

Dengan adanya pemanfaatan dari daun sirih yang dijadikan sebagai bahan pembuatan sabun cair cuci tangan, diharpkan bisa dijadikan sebagai upaya pencegahan virus atau bakteri yang sudah beredar. Jika tak dicegah dengan cuci tangan, maka penyebarannya akan semakin cepat. Karna antiseptik pada daun sirih dapatberfungsi sebagai pencegah pertumbuhan dari mikroorganisme.

Informasi dan diskusi lebih lanjut dapat menghubungi:

elvirarahmadini514@gmail.com



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook