Sinergi Kuok, PLN Peduli , dan UMKM Berdayakan Kelompok Wanita Tani Kampar

By Sutomo Dardi 13 Sep 2021, 14:16:35 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Sinergi Kuok, PLN Peduli , dan UMKM Berdayakan Kelompok Wanita Tani Kampar

Keterangan Gambar :


Kuok (Kamis- Jumat, 9-10/09/21), Komplek Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) pada Kamis – Jumat pekan ini menyelenggarakan pelatihan peningkatan ketahanan pangan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui budidaya dan industri rumah tangga berbasis tanaman kelor. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Dapur Aru dan BP2TSTH. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 40 orang yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan koordinator penyuluh di kecamatan Kuok dan Salo, Kabupaten Kampar. Kegiatan ini juga bersinergi dengan program daerah Kabupaten Kampar melalui Dinas Ketahanan Pangan untuk menciptakan kemandirian pangan dari rumah tangga.

Pembukaan kegiatan dilakukan di taman diskusi selulosa dengan penekanan protokol kesehatan ketat. Kepala BP2TSTH, Priyo Kusumedi,S.Hut,MP menyampaikan apresiasi dan luaran atas kerja sama lintas sektoral  ini. “Terimakasih atas alokasi waktu untuk semua yang hadir dan berpartisipasi pada kegiatan pelatihan hingga esok hari. Silahkan serap ilmu terkait teknologi budidaya dan teknologi pengolahan produk turunan kelor dari para peneliti kami” ujar Priyo.

Priyo menjelaskan bahwa salah satu bentuk kontribusi litbang kuok untuk mendukung kegiatan Pemda yaitu dg melaksanakan kegiatan sesuai dengan kebutuhan daerah. Kegiatan pelatihan ini merupakan bentuk pemberdayaan KWT yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman KWT dan penyuluh tentang manfaat kelor, meningkatkan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya dan pengolahan bahan makanan berbasis kelor, dan dalam jangka panjang diharapkan bisa meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui makanan bergizi tinggi serta meningkatkan IRT berbasis kelor yg mempunyai potensi untuk dikembangkan lebih lanjut

“Kerjasama ini terwujud atas sinergi dengan UMKM dengan pendanaan dari CSR PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah hingga akhir 2021 nanti. Bagi BP2TSTH, kemitraan ini merupakan realisasi tugas dan fungsi pokok kami dalam memenuhi kebutuhan lokal daerah khususnya Kabupaten Kampar” imbuhnya melengkapi.

Program Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar yang dipelopori oleh Dinas Ketahanan Pangan terkait kemandirian pangan adalah Ocu Mapan (Optimalisasi Cara Untuk Mandiri Pangan). Program ini diluncurkan oleh Bupati Kampar pada triwulan pertama tahun 2020 yang lalu. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kampar, Ir. H. Cokroaminoto,MM, dalam sambutannya berpesan kepada peserta mengenai manfaat yang akan diperoleh setelah mengikuti kegiatan ini. “Pelatihan ini tidak hanya memberi pengetahuan tapi akan menghasilkan keterampilan, maka mohon diikuti dengan serius. Ibu-ibu sekalian nantinya akan menjadi agen perubahan ditengah masyarakat yang mana akan menyebar luaskan ilmu dan teknologi pengolahan kelor” pesannya.

“Ocu mapan sendiri dalam implementasinya mengupayakan optimalisasi lahan, pelaku dan teknologi. Jika selama ini cenderung pada komoditi tanaman semusim namun dengan potensi kelor akan semakin komplit. Disamping itu dalam perspektif nutrisi kelor ini memenuhi standar gizi pangan hingga dapat diandalkan untuk mandiri pangan dari skala rumah tangga” rinci Cokro.

Pelatihan ini merupakan salah satu output dari kerjasama yang terjalin dengan pendanaan dari CSR PLN. Hadir pada pembukaan kegiatan pihak CSR PLN yang diwakilkan kepada Manajer Perizinan dan Komunikasi Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah. Sebagai intrepretasi pihak PLN, Ishra Khalilur Rachman menyatakan antusiasme dan harapan dampak positif setelah selesai kegiatan kerjasama tersebut. “Kerjasama kita ini berbasis pemberdayaan masyarakat yang merupakan sinergi antara pelaksana riset dalam hal ini BP2TSTH, Dapur Aru sebagai mitra dan PLN sebagai penyandang dana. Menjadi luar biasanya ketika program kerjasama kali ini turut mendukung program pemerintah daerah, khususnya Kabupaten Kampar. Pelibatan ibu-ibu tangguh yang bernaung di KWT merupakan pemberdayaan secara personal hingga perekonomian dimulai dari rumah tangga” terang Ishra antusias.

Turut menghadiri kegiatan, Pemilik UMKM Dapur Aru, Nurhidayah Sari yang mengatakan peran strategis yang diambil oleh usaha miliknya dalam mengkampanyekan hidup sehat melalui makanan yang kaya gizi dari olahan kelor. “Sebagai mitra, dapur aru menjalankan strategi untuk mengkampenyakan hidup sehat melalui makanan kaya nutrisi yang diperoleh dari kelor. Teknisnya kami hadir kegiatan Ibu-ibu PKK yang mana menjelaskan khasiat kelor hingga mengajarkan cara pengolahan menu dengan tambahan tepung kelor” kata ibu tiga anak ini.

Kegiatan pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini mengkolaborasikan antara teori dan praktik. Silabus yang diacu mengakomodir teknologi budidaya dan teknologi pengolahan produk-produk turunan berbasis kelor. Bertindak sebagai narasumber dan instruktur adalah peneliti dan teknisi terkait lingkup BP2TSTH .

Dikutip saat paparan, Hery Kurniawan,S.Hut,M.Sc menuturkan potensi tanaman kelor yang relatif mudah untuk dibudidayakan. “Untuk tahap awal, kita harus meluruskan persepsi tentang cerita mistis yang ada pada tanaman ini. Sesungguhnya tanaman ini adalah tanaman dengan segudang khasiat yang mampu menyokong asupan gizi harian keluarga kita. Tanaman dari keluarga polong-polongan ini, mudah untuk dibudidayakan bahkan sebagai tanaman perkarangan” ucap peneliti dengan kepakaran silvikultur ini.

“Kami juga pada tahun ini melakukan penanaman kelor pada lahan gambut. Allhamdulillah sudah beberapa bulan setelah tanam, tanaman ini menunjukkan tren pertumbuhan yang baik. Faktanya sudah kita peroleh, maka tinggal keseriusan kita untuk menanam hingga memeliharanya agar subur dan dapat dipanen” terangnya melengkapi.

Kolaborasi lintas sektoral ini tentunya akan menghasilkan sesuatu yang bernilai positif dan diharapkan mampu memberikan efek domino. Peran strategis yang dijalan akan melengkapi satu sama lain hingga luaran yang berdampak nyata dan aplikatif dapat dengan mudah diadopsi oleh masyarakat. Kemandirian pangan ideal dimulai dari rumah tangga. Kecukupan nutrisi yang meliputi kualitas hingga kuantitas asupan dapat dikreasikan dari perkarangan rumah. Kabupaten Kampar yang dikenal sebagai bumi sari madu tentunya membaca peluang tersebut melalui pencanangan program ocu mapannya. Membangun negeri melalui kemandirian pangan untuk generasi mendatang yang sehat dan cerdas. ESR



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook