“SiKePo, Digitalisasi Database Arboretum”
Publikasi kegiatan pengelolaan arboretum BP2TSTH dalam bentuk digital.

By Sutomo Dardi 23 Apr 2020, 09:11:56 WIBPublikasi

“SiKePo, Digitalisasi  Database Arboretum”

Keterangan Gambar : Salah satu pohon yang sudah dipasang Quick Response (QR).


Kuok (April 20), Balai Penelitian Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) memiliki kawasan arboretum sebagai miniatur hutan tropis di Pulau Sumatera. Arboretum BP2TSTH seluas 9 hektar ini terdiri dari areal yang berhutan secara alami dan areal pengayaan jenis tanaman. Koleksi arboretum yang mencakup koleksi jenis lokal provinsi Riau dan Sumatera yang berjumlah lebih dari 119 jenis, dikelola dengan sistem zonasi. Mekanisme ini berguna untuk memudahkan dalam kegiatan pengayaan dan pemeliharan tanaman koleksi serta yang paling utama dalam hal mendukung proses kegiatan kelitbangan yang ada di BP2TSTH.

Tahun 2020 ini, kegiatan pengelolaan arboretum telah merampungkan proses transisi database arboretum yang ada berkonsep digitalisasi. Kegiatan digitalisasi ini mencakup taksonomi tumbuhan, deskripsi jenis dan pemanfaatannya secara umum. Priyo Kusumedi, S.Hut, MP, selaku kepala balai menyampaikan “output pengelolaan arboretum yang merefleksikan aspek era 4.0 ini kita beri nama Si Ke Po yang merupakan akronim dari Aplikasi Kenal Pohon” paparnya. Aplikasi ini dinilai terobosan baru bagi BP2TSTH yang aplikatif dan menjangkau semua kalangan pengguna. “Melalui aplikasi ini diharapkan semua orang yang berkunjung ke BP2TSTH dapat tambahan pengetahuan melalui pemanfaatan fitur scanning smartphone dikantongnya” ujar Priyo.

Disisi lain, Saepul Ikhsan selaku pelaksana kegiatan menyatakan “proses digitalisasi ini dilakukan dalam rangka memudahkan kegiatan diseminasi koleksi data yang kita punya secara utuh namun tetap aplikatif bagi pengguna” paparnya antusias. Secara teknis diseminasi hasil tersebut menggunakan Quick Response (QR) code. “Tampilan QR code pada batang pohon dinilai praktis namun tidak merusak estetika performa pohon tersebut” tambahnya tegas. Sejauh ini pemberian QR code dilakukan pada areal lintasan dengan prinsip keterwakilan jenis.

Pemasangan Quick Response (QR) disalah satu pohon

Selanjutnya saat dikonfirmasi, Agus Yanto,SH sebagai kepala Seksi Data Informasi dan Sarana Penelitian merinci “digitalisasi database arboretum ini mengintegrasikan kegiatan database, pengelolaan arboretum dan website sehingga lahirlah Si Ke Po” rincinya tersenyum. Proses yang dilalui untuk sampai pada tahap ini tentunya tidak sebentar, diperlukan waktu tenaga dan inovasi teknis penyampaian hasil yang melibatkan banyak pihak. “Apresiasi dan terimakasih kami kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penyusunan Si Ke Po bahkan personal sejak berdirinya institusi litbang di Kuok ini. Semoga yang kita lakukan ini mengimplementasikan tanggung jawab moril insan litbang “ imbuh pria berkacamata ini. Terobosan dan inovasi selain kegiatan penelitian dan pengembangan juga dibutuhkan untuk proses diseminasi hasil yang telah diperoleh. Pengemasan dan teknis penyebarluasan hasil kelitbangan senantiasa berubah guna menjangkau seluruh kalangan pengguna. Selamat berkarya dan berinovasi guna membangun kader, membina insan ilmiah dan berkontribusi mencerdaskan generasi penerus bangsa (ESR).

hasil scan dari Aplikasi



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook