BP2TSTH Hadiri Workshop Penguatan Promosi Melalui Sosial Media
Penguatan Promosi Melalui Sosial Media

By Sutomo Dardi 03 Mar 2020, 09:35:48 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BP2TSTH Hadiri Workshop Penguatan Promosi Melalui Sosial Media

Keterangan Gambar :


Gercar diseminasi melalui sosial media BP2TSTH hadiri workshop penguatan promosi melalui media sosial. Memaksimalkan penyebarluasan informasi hingga mengemai konten untuk menyasar berbagai kalangan.

Jakarta (Februari 20), media sosial sebagai salah satu transformasi sarana berkomunikasi menjadi trend pada zaman milenial ini. Era industry 4.0 telah mengubah banyak paradigma, peradaban hingga teknis menyampaikan berita dan informasi. Jalur komunikasi ini tentunya memerlukan kapasitas sumber daya manusia dan kapabilitanya secara teknis maupun substansi. Hal tersebut melatarbelakangi kehadiran tim data, informasi dan sarana penelitian Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) menghadiri workshop “Penguatan Promosi BLI Melalui Peningkatan Kapasitas Pengelola Media Sosial”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh bagian Data dan Informasi Sekretariat BLI KLHK yang diselenggarakan pada hari Selasa (25 Februari 2020) bertempat di Hotel Mercure Jakarta Kota.  Workshop ini dibuka oleh sekretaris badan litbang, Dr. Sylvana Ratina yang dalam sambutannya menyampaikan “media sosial institusi yang dikelola hendaknya difungsikan sebagai mekanisme  distribusi berita  dan menjadi strategi penyebarluasan informasi iptek untuk mencerdaskan masyarakat serta diharapkan mampu membuat opini public” ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan “ tim publikasi ini membantu rekan-rekan peneliti dalam menjalaskan tugas mendiseminasikan hasil kegiatan litbangnya, peran kita adalah kemampuan mengemasnya agar mudah tersampaikan ke masyarakat tanpa mengubah substansinya” tuturnya rinci.

Sejalan dengan tema kegiatan, kehadiran tim BP2TSTH bertujuan untuk mendukung promosi BLI KLHK secara massif di media sosial dan tentunya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya pengelola sosial media BP2TSTH. Agus Yanto,SH selaku kepala seksi yang menangani diseminasi BP2TSTH menegaskan “kami mendukung penuh program-program promosi BLI KLHK secara umum dan promosi BP2TSTH khususnya melalui media sosial balai” ujarnya. Hal tersebut juga terlihat pada saat pengajuan agenda setting promosi, ia menegaskan “ pada agenda promosi tahun 2020 ini selain meneruskan agenda dari bagian data dan informasi secretariat, kami akan mempublikasikan event promosi balai yang mencakup peluncuran buku “Bunga Rampai Geronggang: Kayu Potensial Bumi Lancang Kuning” yang dijadwalkan pada bulan April, promosi sarana pendukung “Eco Edu Bee Farm” berupa taman trigona, taman diskusi selulosa dan database koleksi arboretum berbasis android pada semester kedua dan publikasi kegiatan demplot agroforestry oleh kelompok tani hutan binaan sebagai upaya resolusi konflik okupasi lahan di KHDTK Kepau Jaya” paparnya bersemangat.

Kegiatan ini meramu beberapa materi pinsip dan praktis terkait kegiatan posting dan sharing yang mencakup foto dan atau video. Materi pertama menyampaikan mengenai “kemasan konten” oleh Bagja Hidayat selaku redaktur pelaksana majalah tempo memaparkan “konten yang menarik bahkan viral biasanya memainkan psikologis pembaca dimana judul yang padat, singkat dan mencerminkan isi menarik keingintahuan pembaca untuk membaca secara utuh atikel yang disampaikan”. Paparnya. Lebih lanjut ia menekankan “pada konten video 30 detik pertama adalah poin krusial untuk melihat keseluruhan atau tidaknya” rinci pria yang juga menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah online Forest Digest”. Hal teknis lain yang perlu diperhatikan pada saat memposting diantaranya adalah hashtag, kata kunci, panjang tulisan, keberadaan ilustrasi, tampilan infografik, waktu memposting, penggunaan bahasa hingga penggunaan influencer.

Materi kedua yang mengangkat tema mengenai membangn traffic website melalui media sosial media disampaikan oleh Ferdinand Akbar (Manajer Media Sosial Tempo.Co). Ia merinci “Kegiatan publikasi di sosial menuntut kita untuk selalu menambah fansfage, followers dan subscriber serta menjalin keterikatan interaksi pada setiap postingan yang kita share. Selanjutnya, setiap media sosial mempunyai karakteristik tersendiri untuk bahan postingan, manfaatkan itu dalam teknik mengemas konten dan target pembaca” ungkapnya antusias. Pada bagian akhir, disampaikan mengenai pengemasan konten video yang gawangi oleh Alfan Noviar dari Tempo TV. Pria berambut gondrong ini menjabarkan terkait pengemasan konten berformat video “pastikan video yang dibuat telah diseluaikan dengan flatform media sosial yang akan kita gunakan serta usahakan setiap video tersebut diberikan narasi dan atau visual yang eyecatching” detailnya panjang.

Kepala BP2TSTH melalui telepon genggamnya berpesan “peran media sosial sebagai ajang promosi tetap harus sejalan dengan program pengembangan website agar pembaca mendapatkan informasi yang utuh dan detail” harapnya. BP2TSTH beberapa tahun belakangan ini telah merasakan efek dari kegiatan diseminasi melalui media sosial yang ditandai dengan adanya peningkatan kunjungan dan sampai pada adanya kolaborasi program kerja. Dengan demikian, paket iptek hasil karya tim penelitian akan semakin dekat dengan penggunanya dan diharapkan mampu menjadi solusi yang ada di masyarakat (ESR).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook