BP2TSTH KUOK DAN BDLHK PEKANBARU BERIKAN PEMBEKALAN BUDIDAYA LEBAH MADU

By andhika 26 Mar 2018, 14:48:58 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BP2TSTH KUOK DAN BDLHK PEKANBARU BERIKAN PEMBEKALAN BUDIDAYA LEBAH MADU

Keterangan Gambar :


Kuok (23/3/2018) Sebagaimana diketahui bahwa madu merupakan produk hasil hutan bukan kayu yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Potensi madu yang menjanjikan seharusnya menjadi usaha yang dikembangkan oleh masyarakat sekitar kawasan hutan mengingat ketersediaan pakan lebah yang begitu melimpah. Oleh karena itu, prospek pengembangan lebah madu di kawasan sekitar hutan perlu didukung oleh IPTEK yang memadai dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pelatihan budidaya lebah madu yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Pekanbaru pada tanggal 13 s.d. 15 Maret 2018 yang lalu bekerja sama dengan BP2TSTH Kuok merupakan dasar bagi penyuluh dan tenaga profesional untuk terjun dan mendalami usaha dibidang perlebahan. Pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang sebagian besar berasal dari KPH di Propinsi Riau, Palembang, Bengkulu, Jambi, dan beberapa Unit Kerja KLHK di Provinsi Riau dan Jambi. Selain di BDLHK Pekanbaru, pelatihan budidaya lebah madu dilaksanakan di BP2TSTH Kuok dan lahan peternak lebah di daerah Rumbio sebagai lokasi percontohan sekaligus lokasi praktek peserta pelatihan. Dalam kesempatan ini, tim peneliti lebah madu BP2TSTH Kuok memberikan praktek pelatihan budidaya lebah madu berupa pengelolaan koloni, pemanenan produk lebah, dan pengolahan produk lebah.

Kepala BP2TSTH Kuok, Mochlis, S.Hut.T., M.P dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan budidaya lebah madu merupakan kegiatan kerjasama yang sudah berlangsung setiap tahunnya  dan menjadi salah satu sarana dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan pengembangan BP2TSTH Kuok khususnya tentang pengetahuan serta produk hasil budidaya lebah.

“Harapannya, setelah mengikuti pelatihan peserta mampu mensosialisasikan sekaligus menerapkan kepada masyarakat dengan tujuan agar masyarakat mampu menjaga kelestarian hutan yang merupakan habitat serta sumber pakan lebah ditambah dengan informasi bahwa kebutuhan akan madu masih sangat tinggi dan Indonesia masih belum mampu memenuhi permintaan pasar lokal maupun mancanegara” ucap Mochlis. **MDE/KDR/AY**



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Komentar Terakhir

  • jual kacang bangkok

    semoga siwa siswi yang magang bisa menjadi lulusan yang terbaik ...

    View Article
  • jual kacang thailand

    setuju, anak2 harus diajarkan tentang kepedulian lingkungan dari yang paling sederhana, ...

    View Article
  • watu gajah park

    go green,,, info bermanfaat sekali, terimakasih ...

    View Article
  • Pakar SEO

    Terima Kasih Info Yang bermanfaatnya Mas... semoga makin rame dan sukses selalu :) ...

    View Article