BP2TSTH Sebagai Ajang Pembelajaran Lingkungan Sejak Usia Dini
Pembelajaran Lingkungan Sejak Usia Dini

By Sutomo Dardi 12 Feb 2020, 13:49:59 WIBBERITA LITBANG & INNASI

BP2TSTH Sebagai Ajang Pembelajaran Lingkungan Sejak Usia Dini

Keterangan Gambar : Foto bersama dengan anak usia dini di Taman Diskusi Selulosa


Kuok (10/02/20), Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) kembali mendapatkan kunjungan peserta didik sebagai objek pembelajaran lapangan. Kunjungan dilakukan pada hari Senin / 10 Februari 2020 oleh TK Halimah Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan yang menempuh perjalanan sekitar tiga jam untuk sampai ke BP2TSTH. Rombongan anak usia dini ini berjumlah 80 orang yang terdiri dari siswa, orang tua berserta dewan gurunya. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Seksi Data Informasi dan Sarana Penelitian, Agus Yanto,SH di taman diskusi selulosa. Dalam sambutannya, ia menyampaikan “ Terimakasih telah mengunjungi dan mempercayai institusi kami sebagai rujukan dan tujuan dalam pembelajaran lingkungan bertemakan alam untuk pendidikan anak usia dini”  ujarnya. BP2TSTH memang selama beberapa tahun terakhir telah menjadi rujukan kegiatan akademis untuk magang siswa SMK dan praktikum lapangan mahasiswa yang ada di Provinsi Riau. “Semoga apa yang kami miliki terkait sumber daya, sarana dan prasarana memberikan sumbangsih terhadap pemahaman kemajuan ilmu pengetahuan dan proses mendidik generasi bangsa” pungkasnya antusias.

Hartati,S.Pd selaku kepala TK Halimah menjelaskan “Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran yang bertemakan pekerjaan dan rekreasi, sehingga institusi litbang menjadi sebuah objek yang dirasa tepat untuk mendapatkan kedua tema tersebut sekaligus” tuturnya. BP2TSTH dalam merealisasikan pembelajaran tersebut menyajikan beberapa rangkaian kegiatan yang meliputi pengenalan jenis pekerjaan di laboratorium, teknis membudidayakan tanaman di persemaian dan pemeliharan lebah penghasil madu. Ketua tim pelaksana kegiatan dari pihak BP2TSTH, Opik Taupik Akbar,S.Hut menyatakan “memberikan edukasi kepada anak usia dini menjadi sebuah tantangan tersendiri sehingga diperlukan penyederhanaan bahasa yang dimengerti oleh anak-anak hingga interpretasi nyata kegiatan sebagai contoh” tutur pria yang juga menjabat sebagai ketua forum fungsional BP2TSTH ini.

Kegiatan yang berlangsung sehari ini diharapkan dapat memberikan contoh pelaksanaan pekerjaan dan berekreasi. Semoga penjelasan mengenai ritme pekerjaan di laboratorium oleh peneliti menjadi daya tarik bagi anak untuk menjadikan seorang ilmuan sebagai salah satu cita-cita mereka. Antusiasme terlihat dari keaktifan siswa beserta orang tua dalam mengikuti rangkaian kegiatan tersebut. Kunjungan ke demplot budidaya lebah di taman trigona sebagai ajang rekreasi telah terpenuhi dengan adanya tanaman penghasil pakan lebah yang didominasi oleh bunga dan adanya koleksi lebah tanpa sengat (Trigona itama, T. laeviceps, T. apicalis dan T. thorasica). Pada sesi akhir dilakukan edu fun games yang melibatkan siswa, orang tua dan guru dengan tujuan rileksasi dan pengembangan motorik anak usia dini. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mendidik generasi penerus bangsa dengan keilmuan agar mampu bersaing secara global dimasa yang akan datang (DS).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook