Disperindagkop UKM Riau Gali Potensi BP2TSTH Kuok untuk Pengembangan IKM

By Sutomo Dardi 20 Sep 2020, 11:45:46 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Disperindagkop UKM Riau Gali Potensi BP2TSTH Kuok untuk Pengembangan IKM

Keterangan Gambar : Foto bersama : Kepala Balai BP2TSTH Priyo Kusumedi (paling kiri) dan Penyuluh Disperindagkop UKM Riau di Taman Diskusi Selulosa


[FORDA] _Dalam rangka menggali potensi hasil penelitian dan pengembangan (litbang) Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok, para penyuluh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau berkunjung ke kantor BP2TSTH, Selasa (15/9/2020). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau ketersediaan produk-produk dan kesiapan teknologi berbasis hasil litbang di Provinsi Riau dalam rangka pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kunjungan kerja ini merupakan tindak lanjut kunjungan tim BP2TSTH ke Unit Pelaksana Teknis (UPT) Disperindagkop UKM Riau beberapa waktu lalu, sebagai upaya diseminasi hasil litbang BP2TSTH. Sinergitas kedua instansi pemerintah ini ditujukan untuk membahas kemungkinan kerja sama dalam penyebaran hasil litbang agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Riau secara umum dan pelaku IKM) secara spesifik.

Di galeri inovasi, pihak BP2TSTH mengenalkan berbagai produk yang telah dihasilkan kepada penyuluh. Dari yang dipaparkan, produk-produk hasil litbang yang mendapat antusiasme tinggi adalah diversifikasi hasil perlebahan berupa sabun, pomade, propolis cair, propolis kapsul, bee pollen, dan test kit madu. Olahan kelor berupa tepung, teh tubruk, teh celup, serta olahan hasil hutan bukan kayu lainnya berupa teh taksus dan teh gaharu juga menarik perhatian para penyuluh.

“Kami sangat senang mendapat informasi terkait produk-produk hasil litbang yang siap diaplikasikan ke masyarakat. Saya sangat tertarik karena kebetulan kami juga membina beberapa Usaha Kecil Menengah (UKM) yang menggunakan beberapa produk yang ada di sini,” ujar Ibrahim, salah satu penyuluh Disperindagkop Riau.

“Beberapa IKM binaan kami ada yang menggunakan bahan baku kelor, lilin lebah, dan madu dalam produksinya sehingga sangat memungkinkan untuk ditindaklanjuti ke depannya. Mengenai produk-produk lainnya yang belum dimanfaatkan, tentunya akan membuka peluang bagi IKM,” sambung Srikandi Rita, penyuluh lainnya.

Mendapat tanggapan positif dari para penyuluh, Priyo Kusumedi selaku Kepala BP2TSTH Kuok sangat berterimakasih dan berharap hasil kunjungan kali ini dapat memberikan dampak positif untuk pengembangan UKM maupun IKM di Provinsi Riau.

“Saya harap ke depannya ada tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk penyebaran hasil litbang dan penjajakan kerja sama hilirisasi produk hasil litbang yang sesuai dengan kebutuhan IKM di Provinsi Riau. Salah satu indikator hasil litbang yang baik adalah ketermanfaatannya di samping sudah bisa dilihilirisasi bahkan bisa dikomersialisasikan,” tutur Priyo.

Silvia, salah seorang penyuluh juga menyarankan agar perwakilan BP2TSTH Kuok dapat mengunjungi IKM binaan mereka. Dengan demikian, dapat diketahui peluang dan kebutuhan IKM terhadap produk hasil litbang. Melalui kunjungan ke IKM tersebut, diharapkan BP2TSTH dapat turut serta memberikan solusi atas beberapa permasalahan teknis yang dihadapi oleh IKM saat ini.

Setelah berdiskusi dan melihat produk litbang di galeri inovasi, para penyuluh juga diajak berkeliling areal perkantoran BP2TSTH. Tim Disperindagkop juga berkesempatan mencicipi madu lebah kelulut langsung dari sarangnya.

Melihat kondisi lingkungan kantor, Ibrahim mengatakan bahwa kantor BP2TSTH sudah layak untuk dijadikan objek wisata berbasis ecoedutainment. Konsep tersebut didukung adanya Taman Lebah CSR BNI, Taman Diskusi Selulosa, gazebo di atas kolam ikan, Taman Bunga Trigona, dan arboretum.

“Sampai saat ini, kami masih berbenah diri dalam menciptakan suasana kantor yang ramah lingkungan dan nyaman. Kami tidak melarang apabila ada beberapa warga yang berkunjung untuk menikmati lingkungan kantor. Taman Bunga memang dibuat sebagai sumber pakan lebah. Sedangkan taman diskusi dan gazebo dibangun untuk memanfaatkan limbah kayu dari pohon yang tumbang di arboretum,” ujar Priyo menanggapi.

“Semoga sinergi ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa diwujudkan dengan adanya kerja sama nyata antara BP2TSTH Kuok dengan IKM/UKM yang difasilitasi Diperindagkop dan UKM Riau,” tutup Priyo.***(OTA)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook