Generasi Milenial Diajak Lestarikan Lingkungan
Sosialisasi BP2TSTH Kuok di SMAN 2 Kota Bangkinang

By Sutomo Dardi 17 Okt 2019, 12:32:18 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Generasi Milenial Diajak Lestarikan Lingkungan

Keterangan Gambar : foto siswa SMA 2 Bangkinang dari atas gedung


Kuok -- Generasi millenial adalah pembawa perubahan. Salah satu yang didengungkan kepada generasi ini adalah untuk hidup secara modern namun tetap berwawasan lingkungan. Perubahan tentunya diawali dari diri sendiri dan ditularkan melalui kehidupan sosial.

Demikian disampaikan Kepala Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok, Priyo Kusumedi saat membuka sosialisasi bertema “Generasi Millenial: Merawat Lingkungan untuk Menjaga Alam” di SMAN 2 Kota Bangkinang, Riau, Jumat (27/9/2019).

“Kita tahu bahwa generasi milenial merupakan generasi pembunuh peradaban, seperti apa yang disampaikan oleh Yuswohady dalam bukunya berjudul “How Millenials Kill Everthing”. Oleh karena itu, mau tidak mau kami sebagai institusi litbang harus mampu merangkul generasi milenial dalam melestarikan lingkungan,” ungkap Priyo.

“Isu lingkungan yang baru hangat-hangatnya seperti sampah plastik, kabut asap dan lain-lain. Kita tahu bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia yaitu sebesar 3,21 juta metrik ton/tahun dan hanya kalah dari Tiongkok sebesar 8,81 metrik ton/tahun yang menempati urutan pertama dunia,” tambah pria berkacamata ini.

Pada sesi materi disampaikan oleh perwakilan peneliti, Dra. Syofia Rahmayanti yang menyampaikan tentang isu-isu lingkungan seperti global warming dan langkah-langah konkrit yang harus dilakukan untuk mencegah semakin parahnya pemanasan global salah satunya dengan langkah praktis hidup dengan konsep green living.

“Untuk mengendalikan sampah plastik di Indonesia, cara mengatasinya adalah dimulai dari diri sendiri, kurangi penggunaan plastik, kampanye anti sedotan dan kantong plastik, dan pengelolaan limbah plastik dari manjemen terkecil yaitu rumah tangga,”pesan Syofia

Disela-sela materi untuk mencairkan suasana dan menjaga konsentrasi pelajar juga diberikan door prize berupa piranti kehidupan yang mencerminkan gaya hidup ecofriendly. Kegiatan ini diakhiri dengan penanaman tanaman langka khas Sumatera bersama antara Forum Fungsional BP2TSTH Kuok, dewan guru dan perangkat OSIS SMAN 2 Bangkinang, Riau. Sekolah in terpilih karena telah mendapatkan apresiasi atas program adiwiyata tingkat nasional.

Forum fungsional BP2TSTH Kuok terdiri dari peneliti, teknisi litkayasa dan arsiparis. Rumpun fungsional tersebut setiap bulannya memiliki agenda pertemuan yang membahas mengenai informasi terkini hingga transfer knowledge. Hal tersebeut tentunya dilakukan untuk menjaga semangat dan eksistensi grup fungsional di BP2TSTH Kuok, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup pada umumnya.

Kegiatan grup fungsional pada bulan September ini menjadi lebih menarik dan dikemas berbeda dari pada kegiatan sebelumnya. Kegiatan kali ini berkonsep “Functional Group In Action” yaitu dengan cara mengunjungi sekolah untuk menyampaikan pesan sadar lingkungan dan peduli alam.

Artikel asli sudah dimuat di http:bit.ly/LitbangKuokRangkulMilenial

www.forda-mof.org



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook