Geronggang, Jenis Lokal Potensial Bumi Lancang Kuning
Geronggang, Jenis Lokal Potensial Bumi Lancang Kuning

By Sutomo Dardi 21 Jan 2020, 15:38:01 WIBPublikasi

Geronggang, Jenis Lokal Potensial Bumi Lancang Kuning

Keterangan Gambar : Buku Bunga Rampai Geronggang


BP2TSTH (Kuok, Januari 2020)_Ahmad Junaedi, peneliti madya di BP2TSTH mengatakan bahwa geronggang (Cratoxylonarborescen) merupakan jenis asli eksosistem hutan Indonesia dan bisa dijumpai di Propinsi Riau yang dapat tumbuh dengan baik di lahan gambut dan memiliki potensi untuk dikembangkan di hutan tanaman, seperti pada artikelnya di Buku Bunga Rampai dengan judul“Geronggang, Jenis Lokal Potenisial Bumi Lancang Kuning” yang terbit akhir tahun 2019.

“Beberapa penelitian telah menunjukkan jenis ini memiliki karakteristik serat kayu yang baik untuk bahan baku pulp dan kayunya telah sejak lama digunakan untuk kayu pertukangan di beberapa daerah diIndonesia. Kayu geronggang bisa juga digunakan sebagai bahan baku untuk arang,”ungkap Junaedi

“Bahkan beberapa penelitian yang relative baru menunjukkan bahwa kulit kayu jenis ini memiliki bahan kimia yang diduga bisa digunakan sebagai bahan baku obat-obatan. Beberapa bagian geronggang, seperti kulit batang, daun, akar dan resin secara tradisional telah digunakan sebagai obat untuk mengatasi gatal, luka dan sakit perut,”jelas Junaedi

documentasi : Ahmad Juanedi

Lebih lanjut Junaedi mengatakan bahwa geronggang mempunyai manfaat ekologi yang  besar. Kaitannya dengan keanekaragaman hayati, jenis ini mempunyai nilai yang tinggi karena merupakan jenis asli ekosistem hutan rawa gambut.

“Kemudian kaitannya dengan upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan, geronggang termasuk jenis pohon dengan tingkat kerentanan terhadap kebakaran yang relative lebih rendah dibandingkan jenis pohon lainnya karena mempunyai nilai kalor terendah yakni sekitar 16 kJ/g dan tegakan geronggang mampu menjaga kelembaban lahan gambut,”beber Junaedi

Sementara itu, Yeni Aprianis peneliti teknologi hasil hutan BP2TSTH mengatakan bahwa geronggang telah sejak lama telah dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi di Bengkalis, disisi  lain geronggang juga memiliki kualitas sebagai bahan baku pulp

“Hal ini menjadi suatu yang menarik bagi industri pulp dan kertas karena geronggang ini dapat tumbuh di lahan gambut sehingga dapat menjadi substitusi bagi jenis Acacia crassicarpa yang selama ini menjadi andalan HTI pulp di lahan gambut namun memiliki berbagai permasalahan seperti tingginya mortalitas dan tingkat kerobohannya yang juga tinggi,”kata Yeni

Senada apa yang dikatakanYeni, Eka Novriyanti pada artikelnya yang berjudul “Kualitas Kayu dan Serat Geronggang: Dampaknya Pada Potensi Pemanfaatan” mengatakan bahwa potensinya sebagai bahan baku pulp dan kertas sudah cukup banyak dibahas, namun karakter dan kualitas kayunya memungkinkan untuk lebih lanjut dikaji potensinya sebagai bahan baku produk hasil hutan maju lainnya seperti komposit kayu dan produk nanocellulose.

“Geronggang termasuk kayu dengan kekuatan rendah dan tidak awet, namun dengan investasi nanoteknologi, propertis kayu yang lemah ini dapat ditingkatkan, misalnya dengan impregnasi nanopartikel untuk memperbaiki stabilitas dimensi, keawetan dan daya tahan bakarnya, selain itu juga berpotensi sebagai bahan baku untuk nanomaterial,”jelas Eka

Tidak kalah menarik, apa yang disampaikan oleh OpikTaupik Akbar pada artikelnya berjudul  “Potensi Tanaman Geronggang Sebagai Tanaman Obat”. Opik mengungkapkan bahwa geronggang dimanfaatkan sebagai tanaman biofarmaka dengan mengambil bagian daun, kulit kayu, dan akar untuk pengobatan.Secara tradisional tanaman ini digunakan untuk mengobati demam, batuk, diare, gatal, bisul, gangguan perut dan getah kulit batang geronggang juga digunakan untuk perawatan luka  di Malaysia, Burma Selatan, Sumatera, dan Kalimantan

“Pemanfaatan geronggang di bidang kesehatan dapat diketahui dari beberapa hasil penelitian, diantaranya sebagai obat maag,  obat kanker, anti HIV, obat tumor, obat leukemia dan anti inflamasi serta geronggang juga mengandung antioksidan yang baik,” jelas Opik

Masyarakat bengkalis saat ini sudah banyak mengusahakan tanaman geronggang. Analisis finansial terkait pengusahaan geronggang perlu dilakukan untuk memberikan gambaran yang lebih riil tentang potensi ekonomi geronggang. “Nilai harapan lahan pengusahaan geronggang sangat menjanjikan bila dibandingkan dengan karet, sagu dan sawit, terlebih geronggang juga memiliki fungsi ekologi yang sangat sesuai dengan lahan gambut di Bengkalis”, demikian setidaknya yang disampaikan oleh Hery Kurniawan dan Enggar dalam buku ini.

Selain itu masih menurut Enggar dan Hery, “Masyarakat Bengkalis telah lama mengenal dan memanfaatkan geronggang dengan tetap memperhatikan kelestariannya. Kearifan lokal yang telah lama dipraktekkan diantaranya adalah menjaga anakan geronggang yang ada di alam, serta merawat geronggang yang tumbuh di pekarangannya”. Kayu geronggang memang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di Bengkalis karena memiliki fungsi yang sangat luas termasuk sebagai fungsi adat dan budaya.

Sobat inovasi tertarik dengan geronggang? Silahkan download dan pelajar lebih lanjut bukunya pada link berikut : https://www.dropbox.com/home?preview=Buku+geronggang+(1)-min.pdf



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook