Lagi,Tim Perlebahan BP2TSTH Bersama BTNBT Latih Masyarakat Talang Mamak Budidaya Kelulut

By Sutomo Dardi 22 Sep 2020, 13:31:51 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Lagi,Tim Perlebahan BP2TSTH Bersama BTNBT  Latih Masyarakat Talang Mamak Budidaya Kelulut

Keterangan Gambar : Peneliti Muda BP2TSTH Avry Pribadi (berdiri) menyampaikan materi tentang aspek teknis budidaya kelulut.


Datai, September 2020_Kegiatan peningkatan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (BTNBT) dilakukan melalui budidaya kelulut. Pada kesempatan kali iniditaja 3 (tiga) KTH yang baru dibentuk(KTH Sutan Limbayang Datai Desa Rantau Langsat, KTH Talang Pecinta Alam Suit Desa Rantau Langsat dan KTH Batu Kucing Talang Tanjung Desa Siambul) dilatih membudidayakan kelulut yang dilaksanakan pada tanggal 14 – 23 September 2020.

Tim perlebahan BP2TSTH Kuok kembali diminta sebagai narasumber pada acara tersebut. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat di kawasan TNBT yang juga pernah dilakukan pertengahan tahun ini. KTH yang telah mendapatkan peningkatan kapasitas meliputi  KTH Tunas Harapan Desa Rantau Langsat, KTH Tunggal Warga Kelurahan Selensen, KTH Bina Tani Sejahtera - Keritang, KTH Jelemu Bengayouan, Kasih Alam Dusun Nunusan, KTH Bomban Berduri, KTH Batu Berdiri Dusun Sadan dan KTH Tualang Sejahtera Dusun Tualang Desa Siambul.

            Pada kesempatan tersebut, Avry Pribadi, peneliti yang menjadi narasumber menyampaikan materi tentang aspek teknis budidaya kelulut. Materi yang disampaikan berupa pengenalan dan identifikasi jenis-jenis kelulut,  biologi dan perilaku lebah, sumber pakan lebah , peralatan yang digunakan, manajemen pemeriksaan dan pengelolaan kelulut, pemanenan madu dan propolis, , sistem budidaya yang ramah lingkungan, pembuatan kotak budidaya dan cara panen yang baik. Selain penyampaian materi, peserta dijuga diajarkan secara praktek agar memahami secara teknis dan mendetail.

            “Budidaya kelulut sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kelangsungan dan keberlangsungan populasi koloni di alam, sehingga teknik pengelolaan koloni seperti perbanyakan koloni dapat lebih diprioritaskan daripada sekedar berburu kelulut di alam dengan cara menebang pohon sehingga kelestarian tetap terjaga” ungkap Avry.

Kepala SPTN Wilayah II BTNBT, Lukman H.P.,S.Hut,M.Eng menyampaikan tentang potensi hasil hutan bukan kayu yang menjadi daya tarik bagi pengelola kawasan BTNBT pada zona pemanfaatan. “kerjasama ini layak dan masih akan terus kita lakukan untuk pengembangan zona yang terdapat masyarakat di dalamnya. Komoditi lebah madu merupakan salah satunya saja” ujar Lukman.

“Disamping itu kita juga sudah bermitra melalui komoditi rotan klukup dan pembangunan mikrohidro untuk kebutuhan listrik bagi suku talang mamak. Namun yang menarik untuk komoditi perlebahan ini adalah hasil kegiatan litbang sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi tim untuk menyampaikan hasil riset ini agar berdaya guna dan aplikatif” tambahnya

Ditempat terpisah, Priyo Kusumedi,S.Hut,MP selaku Kepala BP2TSTH sangat mengapresiasi kerjasama yang telah terjalin selama 3 tahun ini. “Hilirisasi litbang pada muaranya adalah bagaimana hasil riset dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama pada masa pandemic Covid-19 ini dimana masyarakat membutuhkan mata pencaharian alternatif” pesannya melalui smartphone.

Pengelolaan kawasan hutan melalui sinergi antar instansi pemerintah seyogyanya berjalan seiring. Penguataan elemen bertujuan kelestarian tentunya diperoleh secara holistik. Beragam perspektif konservasi dan bermitra dengan masyarakat menjadi ritme baru untuk kelestarian alam. **SJ



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook