Menggugah Perhatian Konservasi Tumbuhan Terancam Punah Sumatra
Menggugah Perhatian Konservasi Tumbuhan Terancam Punah Sumatra

By Sutomo Dardi 19 Nov 2019, 11:03:30 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Menggugah Perhatian Konservasi Tumbuhan Terancam Punah Sumatra

Keterangan Gambar :


BP2TSTH (Solo, November 2019)_Enam jenis tumbuhan asli Sumatra yang bernilai tinggi, seperti andalas, taxus, kulim, merbau, giam dan jenis-jenis penghasil gaharu, saat ini telah terancam punah. Kondisi tersebut tergambar pada struktur tegakan jenis-jenis tersebut, berdasarkan hasil penelitian Eka Novriyanti, Ph.D., berjudul “Potency, Natural Distribution and Habitat Condition of Six Endangered High-Value Indigenous Wood Species of Sumatra” yang dipresentasikan pada International Conference on Biodiversity di Solo (11/11).

Dalam ajang konferensi internasional bertema “Bridging Research Towards Bioproducts” tersebut, selain memaparkan hasil risetnya, peneliti bidang kepakaran produk hasil hutan pada Balai Litbang Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok ini juga membawa misi menggugah perhatian konservasi pada jenis-jenis tumbuhan terancam punah Sumatra.  Kurangnya perhatian pada konservasi tumbuhan dibandingkan dengan satwa liar, menjadi salah satu perhatian Eka dan tim untuk melakukan penelitian ini. Serangkaian survey dilakukan pada 2015-2018 untuk mengamati dan menganalisis populasi, distribusi dan kesesuaian lokasi tumbuh andalas, taxus, kulim, merbau, giam dan jenis-jenis penghasil gaharu.

Eka memaparkan bahwa biodiversity loss yang terjadi di seluruh dunia juga dialami oleh Pulau Sumatra, yang hutan hujan tropisnya telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu World heritage. “Hilangnya biodiversitas ikut mengancam kelestarian jenis-jenis kayu lokal Sumatera, seperti cemara Sumatra, merbau Sumatra, andalas,  giam, kulim, dan jenis-jenis penghasil gaharu yang bernilai tinggi tidak hanya secara ekonomi tapi juga diantaranya memiliki nilai sosial dan budaya,” jelasnya.

Dari hasil surveynya, habitat tanaman taxus ditemukan di hutan pegunungan dataran tinggi di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi dan Sumatra Selatan; habitat andalas di daerah dataran tinggi di Jambi dan Sumatra Barat; habitat kulim di dataran rendah di Jambi dan Riau; habitat merbau di daerah dataran rendah di Sumatra Selatan dan Lampung;  sedangkan habitat giam ditemukan di dataran rendah di Riau dan Jambi.

simak selengkapnya di  www..forda-mof.org



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook