Menjalani Rutinitas disaat Pandemic Global Menyapa
Ritme berkantor mengalami perubahan aktifitas sebagai upaya pemutusan rantai penularan.

By Sutomo Dardi 21 Apr 2020, 11:28:21 WIBBERITA LITBANG & INNASI

Menjalani Rutinitas  disaat Pandemic Global Menyapa

Keterangan Gambar :


Kuok (April 2020), virus covid-19 telah mewabah secara global menular tanpa mengenal adanya batas administratif bahkan menginfeksi manusia dari berbagai macam etnis. Penularannya yang begitu cepat membuat pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk memutus rantai penyebaran pandemic ini. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) mengubah ritme rutinitas yang mengacu pada peraturan perundangan yang mengatur aktifitas disaat mewabahnya covid-19. Kepala BP2TSTH Priyo Kusumedi,S.Hut,MP menyatakan “kantor sebagai institusi Negara mendukung penuh upaya pemerintah dalam mengatasi pandemic global ini” ujarnya. Selanjutnya Priyo menuturkan “kita telah menyatakan sikap untuk berkomitmen menyelesaikan bencana nasional ini dengan usaha dan upaya yang dimulai dari personil balai, lingkungan kantor hingga kontribusi untuk melaksanakan kabijakan realokasi dan refocusing anggaran untuk pencegan Covid-19,” tuturnya merinci.

Priyo berharap seluruh staf mengetahui cara praktis melawan Covid-19 yaitu bagaimana mengenal, mencegah, mengobati, dan mengantisipasi Covid-19 sesuai protokol atau SOP dari instansi terkait. Oleh karena itu, perlu adanya piket kantor secara bergantian (Work From Office) dan staf yang bekerja di rumah (Work From Home) sesuai dengan edaran dan peraturan dari Kementerian LHK.

BP2TSTH yang berlokasi di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau melaksanakan kebijakan antisipasi dalam upaya memutus rantai penularan covid 19 sejalan  penetapan status siaga oleh pemerintah Provinsi Riau. Ditemui di ruang kerjanya, Juliswan,SE selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha menyampaikan “ minggu ini adalah minggu keempat BP2TSTH menjalankan perubahan rutinitas berkantor” tuturnya. Ia juga menjelaskan “ Perubahan dimaksud diantaranya mengatur jadwal pegawai yang masuk kantor, menjaga jarak sosial pada saat berinteraksi dan memastikan keseluruhan pegawai dalam keadaan sehat dan tetap menyelesaikan pekerjaan mesti dilakukan di rumah” rinci pria yang akrab disapa Iwan ini.

Selain adanya perubahan ritme, beberapa kebijakan yang diambil oleh jajaran manajemen adalah adanya prosedur pada saat beraktifitas di kantor. Saat ini seluruh orang yang akan memasuki gedung kantor harus melewati prosedur mencuci tangan dengan sabun dan pemeriksaan suhu tubuh. Salah satu Staf Bagian Tata Usaha, Cakra Dewiza menambahkan “selain adanya prosedur memasuki gedung, balai memberikan suplemen makanan dan masker guna menjaga dan meningkatkan imunitas tubuh pegawai” paparnya.

Beberapa waktu sebelumnya, terlihat adanya penempatan spot hand sanitizer dibeberapa lokasi yang sering dilewati dan padat aktifitas orang banyak. Selanjutnya secara periodik diberikan multivitamin kepada pegawai yang sedang piket di kantor dan penyemprotan disinfektan untuk seluruh ruang kantor 2 hari sekali untuk memastikan kebersihan ruangan. Kemudian ritme aktifitas juga terlihat dengan ditiadakannya kegiatan rapat secara langsung  sehingga pengambilan keputusan yang memerlukan banyak orang dilakukan secara  online dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Pergeseran ritme berkantor ini tentunya tidak mengurangi esensi pegawai dalam melaksanakan kontrak kerja yang berkorelasi dengan komitmen pencapaian output dan outcome. Semoga pandemic global ini segera teratasi dan berlalu serta menjadi sebuah pelajaran hidup untuk kita dalam menjalani sebuah tatanan kehidupan global yang selaras dengan alam (ESR).



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook