PARTISIPASI BP2TSTH DALAM SEMINAR NASIONAL PELESTARIAN LINGKUNGAN

By andhika 16 Nov 2018, 09:38:51 WIBBERITA LITBANG & INNASI

PARTISIPASI BP2TSTH DALAM SEMINAR NASIONAL PELESTARIAN LINGKUNGAN

Keterangan Gambar :


Pekanbaru (10/11/2018) Seminar Nasional Pelestarian Lingkungan atau SENPLING merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Lingkungan Program Pasca Sarjana dan Pusat Studi Lingkungan Hidup LPPM Universitas Riau. Pada tahun ini, Universitas Riau bekerja sama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Indragiri Rokan, Badan Kerjasama Pusat Studi Lingkungan Hidup (BPKSL) Indonesia dan Pusat Penelitian Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PPKLH) Universitas Negeri Padang menyelenggarakan SENPLING dengan tema “Strategi Pengelolaan Sumber Daya Alam untuk Pelestarian Lingkungan”. Seminar tersebut diikuti sebanyak 47 peserta dari berbagai instansi di Propinsi Riau dan Sumatera Barat, termasuk empat orang peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) Kuok.

Selain presentasi hasil penelitian, seminar tersebut juga turut dihadiri oleh para pakar lingkungan yang memaparkan pentingnya menjaga ekosistem sungai. Salah seorang pakar lingkungan, Jatna Supriatna, menyayangkan adanya tumpang tindih instansi yang mengelola ekosistem sungai di hampir seluruh wilayah Indonesia.

“Sungai yang dikelola dengan baik dapat mendatangkan kentungan ekonomi, bukan hanya keuntungan finansial, tetapi juga dapat terhindar dari bencana, seperti yang telah dilakukan di Amerika Serikat”, papar Jatna yang merupakan pakar lingkungan hidup dari Universitas Indonesia, Jakarta.

Turut hadir dalam seminar tersebut yaitu guru besar Universitas Sumatera Utara (USU), Ternala Alexander Barus yang memaparkan tentang pencemaran sungai di Sumatera Utara akibat adanya aktivitas penambangan emas.

“Ide-ide dan gagasan hasil penelitian sudah banyak di publikasikan, perlu peran serta aktif dari seluruh stakeholder seperti pemerintah, swasta dan masyarakat dalam mengelola lingkungan agar kedepannya dapat berjalan dengan baik dan maksimal”, ujar Agus Wahyudi, peneliti BP2TSTH Kuok.

Dalam seminar tersebut, peneliti dari BP2TSTH mempresentasikan empat judul makalah yaitu; (1) Potensi kulim (Scorodocarpus borneensis Becc) di hutan adat Imbo Putui, Kabupaten Kampar, (2) Tumbuhan sumber pakan lebah madu jenis Trigona spp di hutan rawa gambut, KHDTK Kepau Jaya, Riau, (3) Pemanfaatan limbah lignosellullose sebagai biopot untuk pembibitan tanaman kehutanan, dan (4) Perbandingan kualitas kompos dari limbah pulp dan kertas dengan menggunakan biodekomposer kombinasi Penicillium oxalicum dan Penicillium citrinum. (SW/AY)

(dokumentasi : Dodi Frianto dan Enggar Wiratmoko)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment