POTENSI BUDIDAYA LEBAH PENGHASIL MADU DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, RIAU

By andhika 24 Jul 2018, 10:56:59 WIBBERITA LITBANG & INNASI

POTENSI BUDIDAYA LEBAH PENGHASIL MADU DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR, RIAU

Keterangan Gambar :


(Tembilahan, 23/07/2018) Budidaya lebah madu merupakan salah satu alternatif wirausaha yang dapat dikenalkan kepada masyarakat di sekitar hutan. Keberadaan pohon sialang dan sumber pakan yang melimpah di hutan merupakan potensi untuk wirausaha tersebut. Selain dapat menambah penghasilan, kegiatan wirausaha oleh masyarakat di sekitar hutan juga dapat mengurangi pembukaan hutan untuk kegiatan berladang atau berkebun. Namun, kurangnya informasi tentang jenis-jenis lebah penghasil madu di masyarakat menjadikan potensi budidaya madu di sekitar hutan kurang begitu popular.

Pada pertengahan Juli 2018, tim peneliti lebah madu dari BP2TSTH yang diketuai oleh Purnomo mengunjungi Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir untuk memperkenalkan jenis-jenis lebah penghasil madu. Dalam kunjungan tersebut, Purnomo menyampaikan bahwa di sekitar tempat tinggal masyarakat banyak dijumpai lebah jenis Trigona itama dan Apis cerana, terutama dengan adanya dukungan sumber pakan yang melimpah yang terdapat di desa, seperti kelapa, manggis dan pinang.

Trigona itama merupakan jenis lebah budidaya berukuran kecil yang tidak menyengat, sedangkan Apis cerana merupakan lebah budidaya yang menyengat dan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan jenis Trigona itama.

 “Ternyata di lingkungan tempat tinggal kami banyak ditemui lebah jenis Trigona dan juga Apis cerana, namun karena ketidaktahuan kami akan potensi budidaya lebah madu jenis tersebut, maka tidak termanfaatkan”, ujar Abdullah, salah satu masyarakat yang merasakan langsung manfaat dari pengenalan jenis-jenis lebah budidaya.

“Dengan adanya sosialisasi dan pelatihan singkat ini, diharapkan masyarakat mampu memanfaatkan peluang dan potensi dari budidaya lebah madu dengan tekun sehingga kedepannya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat desa”, tutup Syamsul, Kepala Desa Simpang Gaung. ***(ASY/SJ)



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment