Taman Trigona, Sarana Edukasi dan Wisata Ilmiah
Sarana Edukasi dan Wisata Ilmiah

By Sutomo Dardi 31 Jan 2020, 09:10:07 WIBSarana Dan Prasaranan

Taman Trigona, Sarana Edukasi dan Wisata Ilmiah

Keterangan Gambar : “Eco Edu Bee Farm”


BP2TSTH Kuok (Januari, 20)_Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Serat Tanaman Hutan (BP2TSTH) yang secara khusus mendapatkan mandat untuk melaksanakan kegiatan Litbang dibidang perlebahan berupaya menghadirkan siklus budidaya lebah ternak yang terintegrasi. Hal ini dilatar belakangi dengan seringnya mendapat permintaan untuk melaksnakan kegiatan alih teknologi mengenai teknis budidaya lebah penghasil madu. Terbangunnya taman Trigona ini tentunya memiliki multiple effects untuk tim perlebahan dan manajemen BP2TSTH. Hal ini disampaikan oleh kepala BP2TSTH "Pembangunan taman Trigona ini merupakan langkah awal program revitalisasi arboretum dan taman ini ditujukan untuk memberikan gambaran teknis budidaya lebah tanpa sengat" ujar Priyo Kusumedi,S.Hut,MP.

Keterangan : Trigona itama di bunga air mata pengantin (Antigonon leptopus)  

"Pada tahun ini juga akan diupayakan pembangunan satu area lagi dengan peruntukan lebah bersengat dari jenis apis cerana dan apis melifera mudah-mudahan akan terealisasi dari dana CSR BNI sehingga selain menambah estetika adanya taman - taman  tersebut menjadi sarana edukasi budidaya lebah penghasil madu dan wisata ilmiah untuk penyuluh, masyarakat maupun kelompok tani" tambahnya antusias.

Taman Trigona yang terletak di samping perpustakaan ini memiliki luasan sekitar 100m2. Saat ini telah terisi oleh beberapa jenis bunga dan perdu penghasil nektar dan pollen. Secara rinci taman ini telah dihuni oleh xanthos berbunga kuning (Xanthostemon chrysanthus), xanthos berbunga merah (Xhantostemon youngii), bunga seruni (Salvia coccinea), bunga taiwan beauty (Cuphea hyssopifolia), bunga lavender (Lavandula angustifolia), bunga  melati (Jasminum rex), bunga air mata pengantin (Antigonon leptopus), beberapa jenis bunga krokot (Portulaca sp), bunga matahari (Helianthus annuus), bunga tembelekan (Lantanca camara), bunga pukul delapan (Turnera ulmifolia), bunga nusa indah (Mussaenda pubescens), bunga kaliandara hias / bunga landak (Calliandra calothyrsus) dan bunga jengger ayam (Celosia cristata).

Sampai dengan saat ini, pembangunan taman Trigona telah memasuki fase kedua, yaitu pemeliharaan dan pengayaan jenis tanaman untuk pakan lebah trigona. Di taman trigona ini, ada beberapa koleksi species trigona antara lain Trigona itama, T.tharocica, T.laeviceps, dan T.apicalis. Koleksi beberapa jenis trigona ini selain untuk edukasi, wisata ilmiah dan pelatihan juga diharapkan sebagai tempat konservasi species trigona yang ada di Sumatera.

Keterangan : Trigona itama di bunga seruni (Salvia coccinea)

Pada fase awal pembangunannya di gawangi oleh tim Data, Informasi dan Sarana Penelitian (DISP) BP2TSTH.  Agus Yanto,SH selaku kepala DISP menyatakan “terimakasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi baik secara teknis dan ide sehingga pembangunan taman trigona terlaksana pada tahun 2019 ini” jelasnya.

“Masih akan dilakukan peningkatan komposisi jenis tanaman pengisi yang akan menjadi sumber nektar dan polen agar lebah bersiklus normal dan berproduksi. Selain itu juga akan dibuat sebagai spot yang insta gramable melalui penambahan ornament tanam “ paparnya rinci.

Senada hal tersebut, saat dikonfirmasi ketua tim perlebahan sekaligus ketua tim kelompok penelitian sosial ekonomi, Michael Daru Enggar Wiratmoko,S.Hut menjelaskan “keberadaan taman trigona ini menjadikannya sebuah konsep terintegrasi dari pembudidayaan lebah trigona yang berbasis alam dan sekaligus berperan sebagai show window bagi balai yang menggabungkan konsep estetika dengan edukasi” jelasnya bersemangat.

Terealisasinya taman Trigona dengan tag line “Eco Edu Bee Farm” merealisasikan teknis budidaya lebah yang ramah lingkungan dikarenakan meminimalisir penggunaan pupuk kimia dan pemanfaatan tanaman hias yang mudah ditemui dan diperbanyak. Sehingga dengan konsep ini diharapkan pelaku usaha dapat dimulai dari rumah tangga sebagai mata pencarian tambahan namun tetap menghasilkan madu berkualitas menuju madu organik.

Taman Trigona ini sudah banyak dikunjungi diantara nya Kementerian Komunikasi dan Informasi, Sekretariat Badan Litbang dan Inovasi, Inspektur Wilayah I, KLHK dan Kepala BP2HP dan lain lain.***ES

 



Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook